Saatnya Meneguhkan Komitmen untuk NKRI

Penulis: RF/DG/X-8 Pada: Kamis, 15 Feb 2018, 09:01 WIB IMLEK
Saatnya Meneguhkan Komitmen untuk NKRI

ANTARA/HENDRA NURDIYANSYAH

PERHIMPUNAN Indonesia Tionghoa (Inti) mengajak agar Tahun Baru Imlek 2569, besok, dijadikan momentum memperbarui diri serta meneguhkan komitmem kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ajakan itu disampaikan Pengurus Pusat Perhimpunan Inti sebagai wujud kecintaan kepada Tanah Air Indonesia. Dalam ajakan itu, mereka mengingatkan bahwa Imlek atau Tahun Baru China ialah saat yang tepat untuk menguatkan kesetiaan kepada NKRI. Pun pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai panduan hidup bangsa yang beragam.

"Kami juga mengajak warga untuk merayakan Imlek secara sederhana, hikmat, dan menggunakannya sebagai momen kontemplasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," ucap Ketua Umum PP Perhimpunan Inti Teddy Sugianto dalam peryataan tertulisnya, kemarin.

Imlek, imbuh dia, juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama. Menurutnya, masih banyak sesama anak bangsa tertinggal dan memerlukan bantuan. "Inilah saatnya kita lebih peduli kepada mereka."

Beragam cara dilakukan untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2569. Di Desa Rebo Sungailiat, Kabupaten Bangka, misalnya, warga memajang 2.200 lampion di pinggir jalan sepanjang 3,5 km dan 500 umbul-umbul yang didominasi warna merah. Ketua pelaksana perayaan Imlek di Desa Rebo, Iwansyah, mengatakan sebanyak 700 kepala keluarga juga akan melakukan kirab, besok pagi.

"Kami berharap ke depannya kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata. Mudah-mudahan kerukunan umat tetap utuh, tetap bersatu dalam bingkai NKRI,'' tandas Iwansyah.

Tahun Baru Imlek pun membuahkan rezeki tambahan bagi sejumlah kalangan. Di Kabupaten Bandung Barat, petani bunga hias kebanjiran permintaan dan meraup untung tiga kali lipat. Menurut Wakil Ketua Asosiasi Tanaman Hias Bandung Barat Deden Rachmat, permintaan datang dari Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bandung.(RF/DG/X-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More