Tabung Saham Jadi Tren Milenial

Penulis: Retno Hemawati Pada: Kamis, 15 Feb 2018, 06:10 WIB Humaniora
Tabung Saham Jadi Tren Milenial

DOK. DINA FARISAH

MASIH rendahnya literasi keuangan di tengah masyarakat mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggagas kampanye bertajuk Yuk Nabung Saham.

Hal itu dilakukan karena timpangnya pemahaman masyarakat pada produk keuangan antara perbankan dan pasar modal. Kampanye Yuk Nabung Saham diresmikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, di Main Hall Gedung Indonesia Stock Exchange. Gerakan Yuk Nabung Saham yang digaungkan sejak November 2015 kini telah memanen hasilnya. Untuk itu, Big Circle Episode 46 kali ini menghadirkan sosok inspiratif pasar modal, yakni Ryan Filbert, Direktur Pengembangan PT BEI Nicky Hogan, yang mengampanyekan Yuk Nabung Saham, serta Andy Arslan selaku Ketua Umum Kospin Jasa yang merupakan binaan Kementerian Koperasi dan UKM yang memiliki anak usaha PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi atau JMAS. Diketahui, JMAS menjadi yang perdana berhasil melantai di bursa saham pada Desember 2017.

Yang pertama akan kita bahas ialah Yuk Nabung Saham yang dikampanyekan Nicky Hogan, 50, Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia. Sebagai upaya dalam mengembangkan industri pasar modal di Indonesia, BEI senantiasa mengedukasi dan mengembangkan industri ke arah yang lebih baik. Tujuan BEI tidak semata fokus pada penambahan jumlah investor baru, tetapi juga berupaya menanamkan kebutuhan
berinvestasi di pasar modal, yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor aktif
di pasar modal Indonesia.

Program ini hadir lantaran tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal masih sangat rendah dan yang terkecil jika dibandingkan dengan lima industri jasa keuangan lain di Indonesia, seperti perbankan, asuransi, pembiayaan, dan dana pensiun.

Berdasarkan data September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per tahun hanya 30% dari total investor pasar modal di Indonesia.

Nicky merinci saat ini tercatat 1,1 juta investor pasar modal di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 30%-nya merupakan investor saham berusia di bawah 30 tahun. Nabung Saham jadi tren milenial. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi langgas, telah melek pasar modal. Target investor saham pada tahun ini menjadi 750 ribu investor.


Perusahaan sekuritas

Yuk Nabung Saham menggandeng 37 perusahaan sekuritas sebagai partner dalam kampanye. Investor dapat mendaftar dan membuka akun pada salah satu perusahaan sekuritas, di antaranya PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. BEI juga menggandeng 24 sekuritas untuk menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) secara rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu di Kantor BEI. SPM ini gratis dan investor bisa langsung membuat akun dan bertransaksi saham di hari tersebut.

BEI juga mengedukasi karyawan perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa untuk berinvestasi pada pasar modal. Perusahaan juga bisa meminta BEI untuk mengedukasi dan melakukan seminar di kantor secara gratis. BEI juga memiliki Galeri Investasi yang berlokasi di kampuskampus.

Hal ini bentuk sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal bagi mahasiswa. Investor bisa menabung saham
mulai dari Rp100 ribu. Ini berkat kemajuan teknologi dan banyaknya perusahaan sekuritas yang memiliki aplikasi online trading.

Kondisi ini jauh berbeda pada saat 10 tahun hingga 20 taun lalu, dengan minimum investasi saham Rp25 juta.
Host Andy F Noya bersama dengan Amanda Zevannya akan berdiskusi bersama para narasumber dengan didampingi mentor Veronica Colondam (sociopreneur) yang akan memberikan banyak insight kepada narasumber. (Eno/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More