Masih Hobi Bolos dan Ngantuk saat Rapat

Penulis: Christian Dior Simbolon Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 20:21 WIB Features
Masih Hobi Bolos dan Ngantuk saat Rapat

MI/Susanto

TIGA pantun dibacakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di sela-sela pidatonya saat membuka rapat paripurna di Gedung Nusantara II, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Meskipun tak panjang, pantun-pantun sederhana itu untuk sesaat bisa memantik semangat anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu.

Pantun pertama menceritakan keinginan para anggota DPR untuk sukses kembali berkantor di Senayan. "Kapal berputar menuju ke barat, ombak mengalun dibuai angin. Beta ke dapil menyapa rakyat, terpilih lagi siapa yang tak ingin," kata Bamsoet.

Gelak tawa pun mengisi ruang paripurna. Seolah disemangati respons audiens, bait-bait pantun kedua pun langsung dibacakan. "Di langit Senayan ada pelangi, warna-warni indah sekali. Masa sidang berakhir hari ini, dapil menunggu pelaksanaan janji," ujar Bamsoet.

Di pantun ketiga, Bamsoet lantas menyinggung soal saling sikut antara politisi Senayan mencari celah tambahan program untuk daerah pemilihan masing-masing. "Sikut kiri sikut kanan, mencari celah tambahan program. Beta politisi dari Senayan, dapilku makmur hatiku tentram," ujarnya.

Sayangnya, efek semangat dari bait-bait pantun itu tak berlangsung lama. Ketika Bamsoet melanjutkan pidato bertajuk 'Kami Butuh Kritik!', para peserta paripurna seolah kembali ke habitatnya masing-masing. Sebagian sibuk berbincang dengan koleganya, lainnya tampak memejamkan mata.

Apalagi ketika Bamsoet berpidato mengajak anggota DPR bekerja keras menyelesaikan rancangan undang-undang, ataupun revisi UU sesuai target demi meningkatkan target penerimaan negara. Bamsoet seolah tengah berbicara ke dirinya sendiri.

Ketika Bamsoet menanyakan kesanggupan para anggota DPR untuk menyelesaikan target legislasi, tak ada respons dari peserta. "Sanggup?" tanya Bamsoet. Lantas, hening.

Bamsoet pun mengulangi pertanyaannya. "Sanggup?" ujarnya lebih keras. Barulah para anggota Dewan menyanggupi. "Sanggup!" teriak mereka.

"Alhamdulillah. Saya lihat pada ngantuk semua ini," imbuh politikus Golkar itu.

Bukan hanya tertidur dan mengantuk saat rapat saja yang kembali menjadi tontotan di ruang paripurna. Seperti rapat-rapat paripurna sebelumnya, kali ini ruang rapat paripurna pun lengang. Dari total 560 anggota, tercatat 363 orang absen atau tidak hadir.

Bisa dikata, fenomena ini sudah berlangsung sejak awal tahun. Pada saat menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang persidangan ke-3 tahun sidang 2017/2018 awal Januari lalu misalnya, tercatat 323 anggota DPR yang absen.

Lalu, saat DPR menggelar rapat paripurna mengesahkan UU MD3 beberapa hari lalu, tercatat ada 349 anggota DPR yang absen.

Berbeda dengan pantun ketiga Bamsoet, tidak ada pelangi di Senayan sore itu. Hanya hujan. Masa sidang berakhir. Dan, hanya hadir segelintir anggota dewan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More