Cabut Dukungan, Parpol Tak Bisa Ajukan Calon Kepala Daerah

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 16:30 WIB Politik dan Hukum
Cabut Dukungan, Parpol Tak Bisa Ajukan Calon Kepala Daerah

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. ANTARA FOTO/Reno Esnir

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI akan memberi sanksi berat kepada partai politik yang resmi menarik dukungannya terhadap pasangan calon kepala daerah yang sudah diusung saat pendaftaran pencalonan.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan menegaskan bagi parpol yang resmi menarik dukungan secara administratif melalui surat resmi ke KPU daerah akan diberi sanksi tidak dapat mencalonkan kembali kepala daerah di daerah yang sama pada periode selanjutnya.

"Itu konsekuensi berat bagi parpol yang menarik dukungan. Tapi harus dibedakan antara pernyataan politik atau pernyataan administrasi. Karena yang kami terima adalah administrasinya. Jikapun dicabut secara resmi pencalonan akan jalan terus," kata Wahyu di gedung KPU RI, Rabu (14/2).

Baca juga: PDIP Cabut Dukungan untuk Marianus Sae

Ia pun menyebut calon kepala daerah yang menjadi tersangka tetap memiliki hak untuk kampanye. Namun, jika ditahan dan hak kampanye itu tak bisa digunakan oleh yang bersangkutan maka, hal itu jadi konsekuensi logis.

Namun demikian, ia memastikan kampanye masih bisa dilakukan oleh timses dan calon pasangannya.

"Bagi yang terkena OTT hak dia sebagai calon masih ada, itu prinsip dulu. Kalau hak masih ada berarti kampanye dia dipersilakan, intinya hak pasangan calon masih ajeg, berhak untuk berkampanye. Perkara karena ada situasi atau kondisi dia tak bisa keluar kampanye itu konsekuensi logis dari itu," ujar Agus.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More