Jokowi: Indonesia Punya Modal Besar Jadi Pemimpin Negara Muslim

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 12:17 WIB Polkam dan HAM
Jokowi: Indonesia Punya Modal Besar Jadi Pemimpin Negara Muslim

FOTO-FOTO/SETPRES

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan masuk G20 memiliki modal besar menjadi pemimpin negara muslim di dunia.

"Saya Yakin kita bisa menjadi rujukan negara lain dan bisa menjadi pemimpin negara Muslim kalau ekonomi kita kuat," kata Presiden saat pidato pembukaan Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Maluku, Rabu (14/2).

Jokowi mengaku telah disampaikan ke para duta besar bahwa Indonesia negara besar sehingga jangan mencari bantuan ke negara lain. "Kita justru mulai membantu jangan meminta bantuan. Saya yakin kita bsa membantu," kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan para kader HMI bahwa sebagai Islam Indonesia adalah yang moderat, toleran dan terbuka untuk kemajuan.

"Sebagai negara yang masuk G-20, saya yakin Indonesia bisa berbuat banyak. Islam Indonesia adalah yang moderat, toleran, modern, yang terbuka untuk kemajuan. Kita punya Pancasila sebagai ideologi pemersatu, rumah kita bersama. Kita juga sudah punya bukti-bukti bahwa nusantara kita kokoh bersatu," ujarnya.

Jokowi juga mengingatkan Indonesia punya insan-insan hebat, insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan yang bernapaskan Islam.
"Jutaan kader HMI, kader insan cita yang berkualitas. Kita sudah memilikinya," kata Jokowi.

Namun Presiden juga mengingatkan untuk mengukuhkan kebangsaan, menumbuhkan Indonesia berkeadilan serta memastikan tidak berada di ruang hampa.

"Kita berada di era globalisasi yang penuh kompetisi, penuh persaingan, kita tidak bisa membendung inovasi dan teknologi yang terus berkembang. Kita berada di dunia yang bergerak sangat cepat," ungkapnya.

Presiden mengatakan bahwa saat ini tidak ada jalan lain untuk tingkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai insan-insani yang sehat, beraklak mulia, bermoral tinggi, berdaya juang demi kemajuan serta insan pembelajar yang cerdas, yang inovatif dan solutif.

"Saya tahu, HMI sering mendorong untuk bekerja apa yang selama ini kita
lakukan rupanya sejalan dengan semboyan HMI yang saya kenal sejak mahasiswa. Pantang menolak tugas, pantang mengulur waktu, pantang kerja tak selesai," katanya.

Presiden berharap dengan memperkokoh kekuatan nasioanl, saling sinergi
antar kekuatan bangsa, dirinya yakin Indonesia bisa mewujudkan apa yang dicita-citakan.

Dalam pembukaan Kongres ke-30 HMI ini hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Osman Sapta Oedang, tokoh HMI Akbar Tandjung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Hadir pula Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan Ketua Umum HMI Mulyadi P Tamsir.(Ant/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More