Suliono Dibawa Densus 88 ke Jakarta

Penulis: Agus Utantoro Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 11:33 WIB Polkam dan HAM
Suliono Dibawa Densus 88 ke Jakarta

Gereja St Lidwina Bedog Sleman DIY diserang oleh Suliono dengan menggunakan parang. ---MI/Ardi Teristi

SETELAH kondisinya dinyatakan cukup sehat, Densus 88 Anti Teror, Selasa (13/2) malam membawa tersangka pelaku penyerangan umat Katolik yang sedang menjalani misa di Gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (11/2) lalu, ke Jakarta.

Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, Rabu (14/2) mengatakan, tersangka Suliono dibawa ke Jakarta dari RS Bhayangkara, Jalan Solo, Kalasan, Sleman melalui perjalanan darat dengan pengawalan ketat.

"Sudah, tadi malam, tersangka dibawa ke Jakarta," kata Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dofiri.

Menurut dia, pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan di Jakarta oleh Densus. Sementara saat di Yogyakarta, polisi belum memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait dengan motif perbuatannya itu.

Hanya saja polisi sudah memeriksa tidak kurang dari 15 orang saksi termasuk beberapa orang yang dekat dengan pelaku.

Sementara bertempat di halaman Polda DIY, Jalan Pajajaran, Yogyakarta, Rabu (14/2), Kapolda memberikan penghargaan kepada sejumlah anggotanya yang berprestasi.

Dari 11 orang penerima penghargaan itu empat diantaranya adalah anggota Polsek Gamping, Polda DIY yang menangani aksi kekerasan dalam gereja, termasuk Aiptu Almunir.

Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan oleh Dhofiri kepada Munir saat acara apel pagi di Mapolda DIY, Rabu, bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.

"Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan pelaku meski dalam kondisi yang terdesak," kata Dhofiri.

Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2).

Menurut Dhofiri, tindakan Munir patut diapresiasi dan menjadi contoh
bagi anggota kepolisian lainnya karena telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.

Pada saat peristiwa penyerangan terjadi, Munir menembak kaki kanan dan
kiri pelaku karena pelaku tidak mengindahkan peringatan dan justru
berbalik menyerangnya dengan parang.

Dalam kodisi seperti itu, menurut Dhofiri, Munir yang merupakan anggota
Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More