Bupati Subang Lengkapi Quatrik OTT Petahana Bupati

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 10:43 WIB Polkam dan HAM
Bupati Subang Lengkapi Quatrik OTT Petahana Bupati

Metro TV

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kian gencar menjaring para kepala daerah petahana yang akan maju kembali dalam kontestasi Pilkada 2018 yang terindikasi tindak pidana korupsi.

Tengah malam tadi, Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diciduk oleh penyidik KPK dalam kegiatan penindakan di lapangan (OTT) beserta lima orang lainnya yang diduga terlibat kasus suap.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan bahwa tim KPK memang melakukan giat di Subang. Namun menurutnya informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui konferensi pers setelah ada penetapan tersangka.

"Dari giat tadi malam diamankan 8 orang. Termasuk Kepala Daerah Subang (Imas Aryumningsih), kurir, pihak swasta dan unsur pegawai setempat," terang Agus di Jakarta.

Dia menjelaskan dari identifikasi awal transaksi tersebut diduga berkaitan dengan kewenangan perizinan. Delapan orang yang diamankan tersebut sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus mengungkapkan bahwa pihak KPK berdasarkan KUHP diberikan waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak pihak yang diamankan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga membenarkan dalam kegiatan OTT tersebut pihak penyidik mengamankan sejumlah uang ratusan juta. Uang tersebut merupakan bagian kecil dari kesepakatan yang dijanjikan.

"Jumlah uangnya ratusan juta sejauh ini. Diduga dari pembicaraan awal (suap) miliaran rupiah," terang Febri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh diduga suap yang diberikan tersebut terkait perizinan proyek pelabuhan Patimban yang merupakan proyek strategi nasional menggantikan lokasi pelabuhan Cilamaya yang batal karena sejumlah kendala.

Sebagaimana diketahui KPK sejak awal Januari ini secara total sudah melakukan empat kali operasi tangkap tangan di daerah dengan semua pesakitannya adalah Bupati yang akan berencana maju dalam pilkada 2018 ini (petahana). Pada Januari KPK menangkap tangan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif pada 4 Januari terkait dugaan suap pembangunan rumah sakit daerah di Hulu Sungai Tengah.

Bupati kedua adalah Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang ditangkap pada 3 Februari atas dugaan suap terkait penempatan jabatan di Pemkab Jombang. Bahkan dalam kasus tersebut Nyono diduga menggunakan dana tersebut untuk biaya kampanyenya di 2018 ini.

Bupati ketiga adalah Bupati Bupati Ngada Marianus Sae yang baru saja ditangkap pada 11 Februari dengan dugaan menerima suap terkait fee proyek dari sejumlah proyek di daerahnya. Kuat dugaan dalam kasus ini dana tersebut juga mengalir untuk membiayai kampanyenya untuk maju sebagai Gubernur NTT di 2018 ini. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More