Tersangka Suap di Kebumen Ditahan

Penulis: Ric/P-2 Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 10:15 WIB Polkam dan HAM
Tersangka Suap di Kebumen Ditahan

MI/ROMMY PUJIANTO

KPK menahan mantan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari Subekti Pertiwi, tersangka suap terkait dengan proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dalam APBD-P 2016.

"Penyidik hari ini (kemarin) menahan tersangka Dian Lestari Subekti Pertiwi, mantan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen selama 20 hari pertama mulai hari ini (kemarin) di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Dian yang sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK tidak memberikan komentar apa pun setelah keluar dari gedung KPK dan langsung masuk mobil tahanan KPK yang telah menunggunya.

Selain Dian, KPK telah menetapkan lima tersangka lain. Mereka ialah mantan Ketua Komisi A DPRD Kebumen dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2014-2019 Yudhy Tri Hartanto, mantan PNS pada Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo, dan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo.

Dua orang dari swasta, yaitu Basikun Suwandin Atmojo (swasta) dan Hartoyo (swasta) juga sudah jadi tersangka. Lima tersangka tersebut telah dikenai vonis oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

KPK baru saja menetapkan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad beserta dua orang lainnya, yaitu Hojin Anshori dari unsur swasta dan komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi, sebagai tersangka tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016 pada 23 Januari 2018.

Setelah terpilih dan dilantik sebagai Bupati Kebumen, Muhamad Yahya Fuad diduga telah mengumpulkan sejumlah kontraktor yang merupakan rekanan Pemkab Kebumen dan membagi-bagikan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Ke-bumen.

Proyek yang dibagi-bagikan antara lain yang bersumber dari dana alokasi khusus infrastruktur APBN 2016 sebesar Rp100 miliar, yaitu kepada Khayub Muhamad Lutfi terkait dengan proyek pembangunan RSUD Prembun sebesar Rp16 miliar, kepada Hojin Anshori dan grup Trada proyek senilai Rp40 miliar, dan kontraktor lainnya sebesar Rp20 miliar. Diduga, fee yang disepakati sebesar 5%-7% dari nilai proyek.

Tersangka Muhammad Yahya Fuad diduga menerima dari fee proyek senilai total Rp2,3 miliar. Muhammad Yahya dan Hojin Anshori juga diduga bersama-sama menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan mereka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas.(Ric/P-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More