AC Jadi Syarat Mutlak Perpanjang Izin Angkot

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 08:07 WIB Megapolitan
AC Jadi Syarat Mutlak Perpanjang Izin Angkot

ANTARA/RISKY ANDRIANTO

SEPEKAN terlampaui dari batas waktu penerapan peningkatan fasilitas pada seluruh angkutan kota (angkot) di Indonesia. Namun aturan yang termuat dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 29 Tahun 2015 itu belum bisa terlaksana. Pasalnya, tidak ada turunan dari Permenhub tersebut.

Pada Februari 2015 lalu, Kementerian Perhubungan menargetkan peningkatan fasilitas angkot, termasuk pendingin udara (air conditioner/AC), paling lambat 4 Februari 2018. Namun Permenhub No 29/2015 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum itu belum mempunyai aturan petunjuk pelaksanaan. "Juklak (petunjuk pelaksanaan)-nya mana?" ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, kemarin.

Oleh karena itu, penerapan aturan tersebut di setiap daerah berbeda-beda. Di Jakarta, masih mengacu pada pengajuan izin revitalisasi kendaraan yang berdasar pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam perda itu, disyaratkan bahwa batas usia angkutan umum ialah 10 tahun. Izin revitalisasi juga menjadi salah satu syarat untuk memperpanjang izin trayek. Jika tidak memenuhi standar, maka angkot tersebut dilarang beroperasi.

"Jadi saat kendaraan tersebut direvitalisasi sesuai batas usianya maka diwajibkan sudah memenuhi SPM yang disyaratkan, termasuk pendingin udara," kata Sigit saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan DKI.

Sigit memperkirakan saat ini baru sebagian kecil dari total sekitar 12.154 angkot di Jakarta yang telah memasang AC. Namun, dia optimis penerapan peningkatan fasilitas angkot bisa terlaksana sejalan dengan program OK-Otrip. Sebab, program itu juga mencakup restrukturisasi trayek dan revitalisasi kendaraan.

Sementara itu, Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan memperkirakan ada sekitar 1000 armada angkot yang tahun ini harus mengurus izin revitalisasi. Artinya, angkot-angkot itu semestinya sudah mengikuti standar pelayanan minimum yang ditetapkan.

Ia mengklaim para pengusaha angkot telah siap untuk merevitalisasi kendaraan mereka. Bahkan Organda telah menyiapkan 10 unit prototype angkot dengan model kursi menghadap ke depan, pintu otomatis, dan memiliki AC.

Harga angkot berstandar baru berkisar Rp130-Rp150 juta, tergantung merk. Kapasitasnya lebih kecil, yakni tujuh orang ditambah dengan sopir. Angkot prototype direncanakan berwarna putih, bukan biru muda seperti saat ini. "Organda tinggal menunggu dari Dinas Perhubungan, tinggal warna angkotnya saja belum disepakati. Kita mau warnanya putih, jangan biru begitu," ujarnya saat dihubungi, kemarin. (Nic/J-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More