Sandi Siapkan Pilot Project Rusun Hibrida

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 08:04 WIB Megapolitan
Sandi Siapkan Pilot Project Rusun Hibrida

ANTARA/RENO ESNIR

PEMPROV DKI Jakarta memperkenalkan sebuah istilah baru terkait konsep penataan kampung kumuh dengan konsep, yakni rumah susun (rusun) hibrida. Hal itu disebutkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, kemarin. Proyek percontohan akan dilakukan di RW 07 Penjaringan, Jakarta Utara.

Rusun hibrida, menurut Sandi, ialah rusun yang dibangun di lokasi kampung yang ditata dengan ketinggian lima hingga enam lantai. Konsep yang sama juga sempat disampaikan Gubernur Anies Bawedan pada akhir tahun lalu. Namun, saat itu Anies maupun Sandi menyebutnya sebagai konsep rumah berlapis.

"Kami sudah mendata ada 16 kampung kumuh di Jakarta dan yang akan kita tata 5 kampung dulu. Percontohannya di RW 017 Penjaringan," kata Sandiaga di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Akan ada dua proyek utama. Pertama, menyediakan akses air bersih dan sanitasi, dan kedua ialah membangun rusun dengan konsep hybrid housing tanpa elevator. Dia menyebut konsep rusun hibrida sebagai land consolidation, kepemilikan rumah dan tanah digabungkan dalam satu rusun.

Dengan konsep itu, kata Sandi, warga permukiman kumuh dan padat yang sudah tinggal puluhan tahun tidak akan kehilangan pekerjaannya karena ditata di lokasi yang sama. "Dalam penataan Jakarta, kita akan memulai langkah baru dengan melibatkan masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.

Sandi tidak menutup kemungkinan konsep rusun hibrida dipakai untuk wilayah bantaran kali yang terkena normalisasi. Hal itu bahkan sudah dibicarakan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Ketika bicara relokasi, kita harus sediakan pendekatan bagaimana mereka dapat rumah tinggal dekat tempat sekarang mereka tinggal," ungkapnya.

Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Oswar Muadzin Mungkasa menjelaskan, selain warga, swasta pun akan dilibatkan dalam proyek percontohan. Bukan hanya lewat corporate social responsibility (CSR), melainkan juga investasi.

"Semua diserahkan ke swasta. Mereka bangun rusun, nanti kami bisa mencicil. Hasilnya pasti bagus. Sekarang kan enggak, dibangun swasta 6 bulan sudah pada bocor," ucap Oswar.

Human Cities Coalition (HCC) serta perusahaan cat Akzonobel (Dulux) akan terlibat proyek ini. Direktur HCC Eshter Bosgora mengaku siap membangun rusun sebanyak yang dibutuhkan DKI. Hal itu sudah dipetakan dan cukup detail. "Kalau di sini warga dibangunkan rusun yang memang ada di tempat mereka. Jadi mereka gak kecabut ekosistemnya," kata Eshter. (Nic/J-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More