Pasal Berlapis Menanti Bos First Travel

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 06:55 WIB Megapolitan
Pasal Berlapis Menanti Bos First Travel

MI/Adam Dwi

PENGADILAN Negeri Kota Depok telah menunjuk tiga hakim untuk mengadili perkara dugaan penipuan perjalanan umrah yang dilakukan PT First Travel dengan tersangka Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Kiki Hasibuan. Tiga tersangka dijerat jaksa dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun.

"Sidang perdana perkara penipuan dan penggelapan dilaksanakan Senin (19/2) dengan materi pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU)," ujar Kepala Humas Pengadilan Negeri Kota Depok Teguh Arifianto, kemarin.

Ia menjelaskan majelis hakim yang akan menyidangkan kasus tersebut terbentuk setelah Kejaksaan Negeri Kota Depok melimpahkan berkas ketiga tersangka, berikut barang bukti, ke Pengadilan Negeri Kota Depok pada Jumat (9/2).

Pasal yang dituduhkan terhadap pasangan suami istri Andika Surachman-Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan adik Anniesa, Kiki Hasibuan, ialah pasal penipuan dan penggelapan, yakni pasal 338, dan pasal 372 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Mereka juga dikenai pasal 3 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, juncto pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman penjara di atas 15 tahun. "Ancamannya berat, di atas 15 tahun penjara," tegas Teguh.

Dalam berkas yang diserahkan ke PN Kota Depok, jumlah calon jemaah umrah yang menjadi korban penipuan ketiga tersangka mencapai 93.295 orang. Para calon jemaah itu tersebar di berbagai penjuru kota/ kabupaten di 33 Provinsi. "Korban dari seluruh Indonesia," tegasnya.


Menggantung di kejaksaan

Saat dihubungi di kesempatan terpisah, Kepala seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Depok Priatmaji mengatakan, pihaknya telah menyiapkan delapan jaksa yang menjadi tim penuntut umum perkara bos PT First Travel. "Tim diketuai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) Heri Jerman," kata Priatmaji di Kejari Depok, kemarin.

Pelimpahan berkas dugaan penipuan perjalanan umrah PT First Travel ke pengadilan sempat menggantung di kejaksaan meski berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan siap disidangkan. Tak berhenti sampai di situ, kejaksaan sempat memperpanjang masa penahanan ketiga tersangka selama 20 hari.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Supari mengatakan belum disidangkannya tiga tersangka disebabkan surat dakwaan masih disempurnakan. Ia menuturkan, penyempurnaan dakwaan dilakukan agar tahap penuntutan nanti bisa dilakukan secara maksimal. "Apa yang menjadi fakta harus terbukti dengan baik. Artinya penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum bisa berhasil," ucap Supari. (KG/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More