Bank BTN Raup Laba Rp3,02 Triliun

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 04:15 WIB Ekonomi
Bank BTN Raup Laba Rp3,02 Triliun

Ist

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BBTN) mencetak laba bersih senilai Rp3,027 triliun pada 2017 atau naik 15,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp2,619 trili-un pada akhir 2016. Pencapaian itu ditopang penya­luran kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik 21,01% yoy dari Rp164,44 triliun pada 2016 menjadi Rp198,99 triliun pada 2017. “Pertumbuhan kredit itu berada di atas rata-rata industri perbankan nasional, yang hanya tumbuh di level 8,2% yoy,” kata Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal IV/2017 di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2).

Sebagai bank penyalur prog-ram satu juta rumah dalam pemerintahan Presiden Jokowi, Maryono menjelaskan kredit perumahan masih mendominasi komposisi pinjaman BTN sepanjang 2017 atau 90,07% dari total pinjaman yang disalurkan perseroan.
“Per Desember 2017, kredit perumahan yang disalurkan perseroan naik 21,14% yoy dari Rp147,94 triliun menjadi Rp179,22 triliun,” ujarnya. Pada segmen kredit perumah­an, kredit pemilikan rumah (KPR) terkerek naik 23,26% yoy dari Rp117,3 triliun pada triwulan akhir 2016 menjadi Rp144,58 triliun di periode yang sama 2017.

“Kenaikan ini juga di atas rata-rata industri perbankan. Bank sentral merekam hingga akhir 2017, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya 11,4% yoy.” Dengan penyaluran itu, Bank BTN tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia sebesar 36,3%. Adapun untuk segmen KPR subsidi, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 95,42%. Maryono memaparkan laju positif penyaluran kredit di­ikuti perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan pada 2017 tercatat sebesar 2,66% (gross) dan 1,66% (nett). Angka itu turun dari sebelumnya 2,84% (gross) dan 1,85% (nett) pada 2016.

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan rasio penurunan NPL terbesar berasal dari segmen kredit komersial, yakni turun 1,12%. Begitu pula rasio NPL untuk KPR subsidi juga turun sebesar 0,37% yang kini rasio NPL-nya mencapai 1,26%. Namun, ia mengakui KPR nonsubsidi sedikit naik, yakni 0,36%. “Meski secara umum NPL dalam tren turun, ada sedikit mengalami permasalahan yakni KPR nonsubsidi yang mengalami sedikit kenaikan.” Untuk memperbaiki rasio kredit bermasalah pada KPR nonsubsidi, BTN melakukan serangkaian upaya, di antaranya penjualan dan pelelangan. BTN juga akan merestrukturisasi rumah yang masih dihuni dan pemiliknya memiliki penghasilan tetap. Bank juga aktif menawarkan penundaan pembayaran pokok selama 1-2 tahun kepada nasabah. “Yang kami lakukan belakangan ini ialah penyehatan dan restrukturisasi beberapa akun komersial,” tukas Nixon.

Rp18 triliun
Direktur Keuangan Bank BTN Iman Nugroho Soeko menambahkan tahun ini BTN menyiapkan sumber pendana­an sebesar Rp18 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menopang pembiayaan target kredit KPR ke depan.
BTN menargetkan bisa menyalurkan 750 ribu unit KPR, meningkat 84 ribu unit ketimbang realisasi tahun lalu yakni 666.806 unit.
“Untuk 2018, target dana wholesale sebesar Rp18 triliun, terdiri dari penerbitan sekurititasi Rp2 triliun. Ini dalam proses. Diharapkan akan clo­sing akhir Februari sehingga awal Maret diharapkan dana sudah masuk,” ujarnya. (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More