Raja Kecil Jajal Kudeta Bernabeu

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 03:30 WIB Sepak Bola
Raja Kecil Jajal Kudeta Bernabeu

AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE

PARIS Saint-Germain (PSG) diibaratkan sebagai ‘Raja Kecil’ di Eropa dengan potensi kekuatan uang yang tidak terbatas. Klub raksasa Prancis itu seperti mengekor program Los Galacticos milik Real Madrid dengan mengumpulkan pemain kelas satu. PSG menjelma menjadi tim bertabur bintang. Tidak main-main, PSG telah menginvestasikan dana kurang lebih Rp6,7 triliun dalam menjalankan program tersebut. Seluruhnya digunakan untuk mendatangkan dua penyerang papan atas, Neymar dan Kylian Mbappe, ke Paris musim ini.
Potensi baru Les Parisiens--juluk­an PSG--akan menjadi modal utama mereka untuk mengudeta juara bertahan Liga Champions Eropa, Real Madrid. Pertemuan kedua tim tersaji di leg pertama babak 16 besar di Stadion Bernabeu, Madrid, Spanyol, dini hari nanti.
Di PSG, Neymar dan Mbappe membentuk trisula lini depan bersama dengan Edinson Cavani. Kombinasi ketiganya melahirkan 74 gol sejauh ini. Neymar dan Cavani masing-masing mempersembahkan 28 gol, sisanya hasil kreasi Mbappe.

Trio penyerang PSG akan menjadi ancaman besar bagi lini pertahanan Real Madrid. Apalagi, kinerja bek tim asuhan Zinedine Zidane itu tidak begitu mengesankan musim ini. Lima pertandingan terakhir jaring gawang Keylor Navas selalu robek dan kebobolan sebanyak delapan gol. Kekuatan PSG tentu jauh meningkat ketimbang tiga tahun lalu saat kedua tim bersua untuk kali pertama di Grup A Liga Champions Eropa. Dengan potensi tidak segarang saat ini, el Real--julukan Madrid--hanya menang tipis 1-0 di laga kandang dan meraih hasil skor kacamata di pertemuan kedua. “Kami jauh lebih kuat. Kami membutuhkan talenta untuk pertandingan seperti ini dan kami membutuhkan sedikit keberuntungan untuk menang,” kata gelandang PSG yang juga mantan punggawa Madrid, Angel di Maria.

Impresi berbeda
Pesepak bola Argentina itu tidak lupa mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak lengah di Bernabeu. Real Madrid menjalani musim yang buruk setelah tersingkir di ajang Copa del Rey dan gagal bersaing di kompetisi La Liga Spanyol. Namun, Madrid selalu punya impresi berbeda dalam menatap turnamen kasta tertinggi klub-klub Eropa.

Madrid merupakan tim tersukses di Eropa dengan catatan 12 gelar Liga Champions. Tiga piala terakhir diraih hanya dalam empat tahun terakhir, termasuk mengalahkan Juventus musim lalu. “Real Madrid selalu tampil maksimal di Liga Champions,” imbuh Di Maria.
Bintang Madrid Cristiano Ronaldo menjadi contoh. Ronaldo minim kontribusi pada paruh pertama La Liga Spanyol dengan hanya mencatatkan empat gol dalam 14 pertandingan. Namun, di Liga Champions, CR7 telah mengoleksi sembilan gol dan yang terbanyak hingga saat ini.

Jelang melawan PSG, Ronaldo sukses mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan terakhirnya di pentas domestik. Psike mantan punggawa Manchester United itu dalam kondisi terbaik. “Saya selalu mendorong untuk bermain di level terbaik. Terkadang tidak sesuai dengan harapan. Pengalaman mengajari Anda bahwa kami harus melanjutkan kerja keras untuk mencapai tujuan,” tegas Ronaldo. (Marca/Uefa/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More