Harga Gabah Tinggi, Tengkulak Harus Jemput Bola ke Sawah Petani

Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 20:10 WIB Nusantara
Harga Gabah Tinggi, Tengkulak Harus Jemput Bola ke Sawah Petani

MI/Amiruddin Abdullah

TENGKULAK pembeli gabah padi di Kabupaten Pidie, Aceh, pada musim panen kali ini yaitu sejak dua pekan terakhir harus jemput bola. Mereka bersedia membeli hasil panen gabah padi itu langsung ke persawahan warga.

Hal itu karena permintaan hasil produksi pertanian itu semakin tinggi di pasaran. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya pengusaha luar daerah seperti dari Medan, Sumatra Utara banyak yang masuk atau membuka jaringan ke Aceh, guna menampung hasil produksi gabah petani Aceh.

Itu sebabnya pengusaha kilang padi lokal dan pembeli dari luar daerah saling memacu menampung gabah petani di pruvinsi bekas tsunami tersebut.

Pengamatan Media Indonesia, misalnya di persawahan pinggiran jalur Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Kemukiman Seupeng, Bambi dan Krueng Seumideuen, Kecamatan Pekan Baro, Kabupaten Pidie, para tengkulak turun langsung ke lokasi dengan membawa timbangan gabah.

Hasil panen padi yang baru di beli langsung di sawah itu, ketika sore hari langsung diangkut ke gudang atau kilang padi milik pengusaha penampung.

Berkaitan dengan semakin gencar permintaan pasar, harga Gabah Kering Panen (GKP) di kawasan itu sekarang terus naik. Misalnya pada awal musim panen rendengan dua pekan lalu Rp5.100/kg, sekarang meningkat menjadi Rp5.300/kg.

Harga itu diperkirakan belum stabil, yakni terus meningkat hingga tiga bulan ke depan. Walaupun puncak musim panen raya pada bulan Maret ke depan, tidak akan menurunkan harga gabah padi.

"Dari awal musim panen dua pekan lalu, hingga sekarang harga terus meningkat. Besar kemungkinan ke depan semakin meningkat" kata Mansur, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Mansur mengharapkan petani di wilayah tugasnya jangan terlalu terlena menjual gabah padi. Walaupun harga sudah sangat menjanjikan, tapi harus tetap mengutamakan stok untuk konsumsi keluarga.

"Disimpan dalam jumlah memadai untuk ketahanan pangan keluarga jauh lebih penting dari menjual semua hasil panen. Kalau itu melebihi dari kebutuhan pokok silakan saja menjual untu keperluan lainnya" kata Mansur. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More