Maxime Bouttier Percintaan tanpa Adegan Romantis

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 00:45 WIB Selebritas
Maxime Bouttier Percintaan tanpa Adegan Romantis

DOK C&R

FILM yang mengangkat kisah cinta sangat populis bagi kalangan remaja. Tidak terkecuali bagi aktor Maxime Andre Selam Bouttier atau Maxime Bouttier, 24. Namun, menurutnya, menghadirkan kisah cinta tanpa dibumbui dengan adegan kontak fisik justru lebih menarik.
Pria kelahiran Prancis, 22 April 1993 itu menuturkan kisah romantis dalam film dapat dihadirkan dengan cara lain tanpa harus ada kontak fisik antarpemain, seperti dalam film terbarunya berjudul Meet Me after Sunset yang dia perankan bersama dengan Agatha Chelsea dan Billy Davidson.

“Kalau percintaan itu bisa dengan pengambilan gambarnya, chemistry, atau dari tatapan saja sudah cukup untuk membuat orang percaya dengan karakter-karakter yang dimainkan,” ujar Maxime yang ditemui di Jakarta, Jumat (9/2).
Dia lantas memuji kerja keras penulis cerita yang bisa menghadirkan romantisme lewat dialog-dialog antarpemain tanpa harus ada kontak fisik. Di samping itu, Maxime menuturkan, banyak diskusi sangat membantu interpretasi keinginan sutradara. Sebabnya, sutradara tidak ingin membuat film percintaan remaja yang banyak adegan romantis. "Aku tanya visinya seperti apa," ucap aktor yang merupakan kekasih Prilly Latuconsina itu.

Hal menarik lain, tutur Maxime, dalam kisah percintaan segitiga yang dia mainkan bersama Agatha dan Billy, ialah latar dan alur cerita yang dibuat agak mirip dongeng dan berbau fantasi karena menyasar generasi milenial. "Kekuatan film ini di ceritanya karena ini cerita dongeng yang sangat fantasi mereka pakai teknologi membuat produksi lebih lama," ucapnya. Maxime, lebih jauh menyampaikan, dirinya sangat tertantang dengan karakter yang ia perankan dalam film barunya. Karakternya, kata Maxime, sangat berlapis dan kompleks. "Aku pakai metode yang biasa aku pakai untuk film sebelumnya. Gimana menginterpretasikan karakter yang sudah pernah kita mainkan menjadi hal yang baru lagi karena karakter ini sangat karismatik, tapi annoying. Jadi, aku lebih cerewet di lokasi," ujarnya yang berperan sebagai Vino.

Lirik lagu
Selain menjadi pemain, Maxime sempat menciptakan lirik lagu untuk dimasukkan ke salah satu adegan dalam film tersebut. Dia mengaku nekat mengarang lagu dan musik secara spontan. Dia bercerita sejak awal syuting sudah membaca skenarionya dan berdiskusi dengan sutradara film tentang musiknya. "Aku punya ide gimana kalau pasang lagu di situ. Jadi, dari hari H sampai hari ke-15 aku ngulik lagunya, dan akhirnya dapat lagu untuk di film itu," ucap aktor berdarah Indonesia-Prancis itu.

Maxime menganggap dia dapat secara spontan menciptakan lagu karena lokasi syuting, yakni Pangalengan, Jawa Barat, merupakan daerah yang asyik untuk dijadikan sebagai tempat mencari inspirasi dan karya seni. "Setelah itu, 100% buatnya di Bandung sih karena atmosfernya, kan, kita lagi di gunung ya, di Pangalengan gitu syutingnya. Itu memang cocok saja sih. Cocok untuk berkreasi," pungkasnya. (H-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More