Diduga Bersekongkol Ketua KPU Kota Gorontalo Dilaporkan Paslon

Penulis: Administrator Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 14:28 WIB Nusantara
Diduga Bersekongkol Ketua KPU Kota Gorontalo Dilaporkan Paslon

Calon Walikota Gorontalo Adhan Dambea---ANTARA/Adiwinata Solihin

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo dilaporkan ke polisi oleh salah satu pasangan peserta Pilkada 2018 dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana saat melakukan proses penetapan pencalonan.

Pasangan calon (Paslon) Walikota Gorontalo Adhan Dambea – Hardi Hemeto melaporkan Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba pada Selasa (13/2). Tidak itu saja pasangan ini juga melaporkan calon wakil walikota Ryan Kono ke Polda Gorontalo.

Ryan dinilai sebagai pihak yang bersekongkol karena diuntungkan dengan keputusan KPU Kota Gorontalo. Laporan itu dilakukan menyusul keputusan KPU Kota Gorontalo yang meloloskan Ryan Kono sebagai calon wakil walikota Gorontalo.

"Laporan ke polisi itu dilakukan karena kedua terlapor diduga melakukan pelanggaran pidana dalam proses penetapan pasangan calon yang lolos dalam Pilwako Gorontalo," ujar kuasa hukum pasangan Adhan Danbea-Hardi Hemeto saat mendampingi kliennya Polda Gorontalo.

Lebih lanjut, pihak Adhan Dambea mengklaim Ryan Kono diduga memasukkan berkas perbaikan ijazahnya di luar batas waktu yang ditentukan KPU. Anehnya Ryan dinyatakan lolos sebagai salah satu calon wakil walikota Gorontalo.

"Dari sini pelapor menganggap adanya dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua terlapor."

Secara terpisah Ketua KPU Gorontalo La Aba menghormati gugatan ataupun laporan yang dilakukan oleh paslon yang merasa tidak puas dengan keputusan KPU

Namun dia menegaskan pihaknya telah menyiapkan laporan untuk menghadapi seluruh gugatan yang dilakukan paslon.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More