Tim Kesehatan IV Menuju Asmat

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 12:09 WIB Humaniora
Tim Kesehatan IV Menuju Asmat

Tim dokter dan paramedis Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI yang akan menuju wilayah Agats berbaris sebelum memasuki helikopter MI-17 di Lanud Timika, Papua, beberapa waktu lalu---Dok. Puspen TNI

TIM kesehatan bergerak (flying health care/FHC) Kementerian Kesehatan gelombang ke-4 yang menangani gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, bakal diberangkatkan pada Kamis (15/2).

Tim akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan dan pendampingan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats serta pemulihan pascabencana gizi buruk. Dijadwalkan, tim akan bertugas selama satu bulan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi mengatakan, berdasarkan laporan terakhir dari tim FHC III, RSUD Agats memerlukan dokter spesialis anak, obgyn, anestesi, dan dokter umum. Dibutuhkan pula enam tenaga pendampingan pengelolaan RS.

“Puskesmas memerlukan 10 tenaga kesehatan untuk imunisasi dasar lengkap, 10 dokter untuk perbaikan pengelolaan, serta 10 tenaga gizi untuk pendampingan pemulihan pascagizi buruk,” kata Oscar, kemarin (Senin, 12/2).

Kemenkes juga akan mengirim 120 tenaga yang tergabung dalam tenaga Nusantara Sehat untuk 16 puskesmas di Asmat. yang dibutuhkan terdiri dari lima jenis tenaga kesehatan, di antaranya dokter, perawat, ahli gizi, kesehatan lingkungan/kesehatan masyarakat, dan farmasi. Mereka akan ditempatkan selama dua tahun.

Pengiriman tenaga wajib kerja dokter spesialis (WKDS), ujarnya, juga disiapkan menjadi opsi. “Dokter spesialis penyakit dalam dari WKDS telah tiba pada 9 Februari lalu. Nantinya pengiriman dokter residen senior selama satu tahun juga dijajaki dalam memenuhi roadmap masa pemulihan awal pascastatus pencabutan kejadian luar biasa (KLB) campak pada 5 Februari lalu,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyisiran terakhir yang dilakukan tim kesehatan Kemenkes bersama jajaran TNI dan Polri di Asmat, terdapat dua kasus gizi buruk, satu kasus komplikasi gizi buruk dan campak, serta satu kasus campak pada anak. Empat anak tersebut ada di Distrik Akat, Atsy, dan Distrik Joerat. Mereka langsung dirujuk ke RSUD Agats. (Dhk/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More