Narkoba dari Malaysia Digagalkan Lagi

Penulis: (Sru/J-3) Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 07:16 WIB Megapolitan
Narkoba dari Malaysia Digagalkan Lagi

ANTARA FOTO/M N Kanwa

BELUM dua pekan penyelundupan 1 ton sabu digagalkan aparat TNI-AL, kali ini tim gabungan Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 240 kilogram metamfitamin (sabu) serta 30 ribu butir amfetamin (ekstasi) juga dari Malaysia. Modus penyelundupannya ialah dengan memasukkan narkoba kelas premium itu ke dalam mesin cuci. “Tim sudah beberapa bulan melakukan penyelidikan di lapangan, sekaligus kerja sama dengan counter part kami, kepolisian Malaysia juga dari Bea Cukai dan lainnya. Pada 8 Februari lalu, tim meng­ungkapnya dan menembak satu pelaku yang berupaya kabur,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor Polda Metro Jaya, Senin (12/2).

Dalam kasus tersebut, lanjut Tito, tersangka yang ditangkap ialah Joni alias Marvin Tandiono. Turut disita 12 mesin cuci yang digunakan untuk me­nyimpan 228 plastik sabu dan enam plastik berisi ekstasi. Barang bukti itu disita polisi dari Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gedung E12 Kelurahan Dadap, Kota Tangerang.
“Jaringan ini, dalam mengedarkan ekstasi, modusnya relatif baru karena menggunakan mesin cuci. Dulu pernah juga kami ungkap dengan modus piston. Pengedar narkoba selalu menggunakan modus-modus baru. Ini tantangan bagi aparat,” kata Tito.

Bergerak cepat
Dari penangkapan tersangka dan keterangan yang diperoleh, ungkap Tito, malam harinya tim bergerak menangkap tersangka Andu alias Aket. Dari ‘nyanyian’ Andi, tim lalu menangkap tersangka Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono. Tersangka Mono merupakan warga negara Malaysia dan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sehari setelah penangkapan tersangka lainnya. “Sabtu, 10 Februari, tersangka Lim Toh Hing ini waktu dikembangkan berusaha kabur, melawan, maka ditembak dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Tito.

Lim, dari keterangan pelaku lainnya, memiliki peran sentral dalam jaringan ini. Dia dibantu tersangka Indrawan alias Alun yang masih mendekam di salah satu LP di Jakarta. Para tersangka itu merupakan satu jaringan dengan jaringan yang pernah mengirimkan 2 kg sabu pada 2 Januari lalu. Polres Jakarta Utara yang mengungkap kasus tersebut menyita uang Rp2,7 miliar, 2 mobil, dan 8 mesin cuci. Terkait dengan penangkapan 1 ton narkoba dari kapal ikan Taiwan Sunrise Glory, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti meng­ungkapkan kapal ikan asing yang masuk perairan Nusantara kerap digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Salah satunya penyelundupan narkoba. Sebelumnya hewan langka yang dilindungi juga ikut diselundupkan. (Sru/J-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More