Pembinaan Atlet Terbentur Dana

Penulis: Budi Ernanto Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 05:45 WIB Olahraga
Pembinaan Atlet Terbentur Dana

ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

PELATIH angkat besi M Rusli menyatakan Indonesia memiliki banyak atlet berpotensi. Namun, membina mereka untuk menjadi atlet yang berprestasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dengan keterbatasan dana, Pengurus Pusat Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PP PABBSI) kini hanya mampu membina empat atlet muda angkat besi berbakat.

Empat atlet angkat besi yang berpotensi ialah para juara di ajang kejuaraan angkat besar Satria Remaja yang usia mereka rata-rata baru menginjak usia 17 tahun.

Mereka terdiri atas atlet putra bernama Rahmat Erwin Abdullah dan tiga atlet putri, yakni Yurivah, Melinda Gusti, dan Yolanda Putri. Selain itu, ada beberapa atlet yang tengah mengikuti test event Asian Games 2018.

"PABBSI sebenarnya mempunyai 11 atlet senior. Ada tambahan 4 atlet junior jadinya 14 orang yang ikut pelatnas di Jakarta. Semuanya diharapkan bisa turun di Asian Games 2028," kata Rusli kepada Media Indonesia saat dijumpai seusai test event di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Terkait dengan pusat latihan nasional (pelatnas), kepala pelatih angkat besi Dirdja Wijardja mengatakan saat ini latihan selama test event tetap dilakukan di kawasan Gambir, Jakarta, bukan di wisma atlet, Kemayoran.

"Atlet sendiri tidak menginap di wisma atlet karena alasan sarana latihan mereka belum lengkap. Selain itu, kan wisma atlet masih baru dan bau cat," kata Dirdja.

Raih dua emas
Dua medali emas tambahan dari cabang angkat besi didapat para atlet Indonesia dalam test event Asian Games 2018, kemarin. Emas pertama diraih Melinda Gusti di kelas 75 kg dengan total angkatan 217 kg. Nurul Akmal dari kelas 75+ kg mempersembahkan emas kedua dengan total angkatan 250 kg.

Nurul mengalahkan Rosli Siti Aisyah, wakil Malaysia, yang membuat total angkatan 226 kg. Sementara itu, Melida, unggul atas Teo Samuel, juga dari Malaysia, yang mencetak total angkatan 179 kg.

Menurut M Rusli, raihan medali dari anak-anak asuhnya belum bisa dipastikan dapat memenuhi target di ajang Asian Games pada Agustus mendatang. Dengan sisa waktu enam bulan lagi, seluruh atlet akan digembleng agar bisa mencapai hasil terbaik.

Dari test event cabang tinju jelang Asian Games 2018, Indonesia hanya mampu meloloskan satu petinju ke babak semifinal, sedangkan tiga petinju lain bertumbangan di babak perempat final.

Mathius Mandiangan meraih tiket ke semifinal setelah mengalahkan petinju Thailand, Ruamtham S, dalam pertandingan yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (12/2).

Mathius mengatakan dirinya berupaya keras tampil dengan habis-habisan untuk tidak tersingkir setelah rekan-rekannya mengalami kekalahan.

"Ini pertama kali saya bisa mengalahkan petinju Thailand di ajang internasional. Selama ini, saya selalu mengalami kekalahan," papar Mathius.

Petinju Indonesia pertama dikalahkan petinju Thailand Duangnut K ialah Stevanus Naha yang tanding di kelas terbang (52 kg). Petinju lain yang menelan pil pahit ialah Julio Bria di kelas bantam (56 kg) dan Brama Henda Betaubun di kelas menengah (75 kg). (Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More