Banyak Warga Bangli Disandra Politik Uang Dan Balas Jasa

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Senin, 12 Feb 2018, 19:35 WIB Polkam dan HAM
Banyak Warga Bangli Disandra Politik Uang Dan Balas Jasa

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

KETIDAKPUASAN Partai Amanat Nasional (PAN) dalam mendukung pasangan Wayan Koster-Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) mulai terlihat. Ketua DPD PAN Kabupaten Bangli Anak Agung Gede Putra Winatasila secara terang benderang mengalihkan dukungannya kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) meskipun kebijakan PAN Bali mendukung Koster-Ace.

"Sejak awal, kita tidak pernah diajak, tidak pernah dikomunikasikan, dan yang paling menyakitkan, DPW PAN Bali tidak pernah menjaring aspirasi arus bawah soal dukung kepada Koster-Ace," ucap Anak Agung.

Menurut dia, pihaknya yang berhadapan langsung dengan warga, mendengar langsung apa kata masyarakat, bahwa mereka ingin mendukung Mantra-Kerta.

"Ini aspirasi arus bawah. Jangan sampai PAN Bali mengambil keputusan untuk mendukung Koster-Ace tanpa mendengar aspirasi masyarakat. Sikap kami jelas, mendukung Mantra-Kerta," ujarnya di Denpasar, Senin (12/2).

Sehingga tak heran DPD PAN Bangli melakukan langkah pertama dengan tidak menghadiri deklarasi Koster-Ace di Bali Beach Sanur beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak kader dan simpatisan PAN di Bangli mempertanyakan alasan mendukung Koster-Ace. Dan hingga kini tidak ada penjelasan dari para pengurus di tingkat provinsi.

"Sejak awal kami tida pernah diajak, tidak pernah ada rapat, tidak berkomunikasi soal dukung mendukung. Untuk apa kita mengemis, merengek-rengek. Untuk itulah saya memberanikan diri untuk mengajak DPD PAN Bangli menarik dukungan ke Koster-Ace dan memilih mendukung Mantra-Kerta," ujarnya.

Bahkan, banyak kader dan pengurus di Bangli meminta partainya memasang Baliho PAN dengan tulisan mendukung Mantra-Kerta. Namun permintaan itu tidak dilayani karena demi menjaga kondusifitas Bali.

Dari hasil diskusi, serapan aspirasi masyarakat akhirnya ditemukan alasan untuk mengubah dukungan ke Mantra-Kerta.

Pertama, soal kinerja Rai Mantra selama memimpin Denpasar sudah sangat kelihatan dengan mewujudkan pemerintahan yang bersih, pelayanan publik satu pintu, berbasis online, memajukan kreatifitas anak muda, penataan sungai, dan sebagainya.

"Sementara Koster, apa yang sudah dia lakukan. Sepanjang karir politiknya tinggal di Jakarta. Bagaimana dia akan mengetahui tentang Bali dengan segala fenomena sosial yang ada selama ini. Yang berbicara seperti ini justru masyarakat. Kami hanya mendengar dan menyimpulkannya," ujarnya.

Kedua, yang terjadi di Bangli selama ini adalah gelontoran uang ke banjar-banjar. "Koster kita akui sudah banyak sumbangan ke banjar-banjar. Masyarakat yang tidak paham akhirnya tersandra dengan gelontoran uang itu. Di Bangli sekarang masih dipengaruhi oleh sumbangan Koster dalam bentuk uang hampir ke seluruh banjar," ujarnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More