Dua Majikan dari TKI yang Tewas di Penang Ditahan

Penulis: Marcheilla Ariesta Pada: Senin, 12 Feb 2018, 13:53 WIB Internasional
Dua Majikan dari TKI yang Tewas di Penang Ditahan

Ilustrasi-- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

DUA majikan dari Adelina, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia akibat dugaan penyiksaan di Penang, telah ditahan otoritas keamanan Malaysia. Dua majikan tersebut adalah kakak beradik.

Adelina, TKI berusia 21 tahun yang mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah, meninggal dunia di Rumah Sakit Bukit Mertajam pada 11 Februari.

"Kita (KBRI Kuala Lumpur) sudah bertemu dengan petugas investigasi dan mendapatkan informasi dua orang sudah ditahan. Masih ada satu orang yang belum ditahan," ucap Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, saat ditemui di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

Iqbal menuturkan, kasus Adelina diketahui KBRI dari investigasi kepolisian. Dia mengatakan, pada Sabtu malam KBRI mendapat laporan bahwa seorang WNI meninggal dunia.

"Si majikan yang membawa itu (Adelina) ke kepolisian, dari kepolisian dibawa ke Rumah Sakit Bukit Martajam, dan di situ meninggal. Jadi saat pihak dari KJRI Penang datang, dia sudah meninggal," terangnya.

Ditanya mengenai dugaan penyiksaan oleh majikan, Iqbal menjawab bukan majikan langsung, namun kerabat dari majikan tersebut. Meski demikian, majikan tetap ditahan karena polisi belum sempat menanyakan korban kala itu karena masih kondisi trauma.

"Yang ditahan itu majikannya (kakak beradik), nanti kerabatnya masih dalam proses. Mungkin hari ini," tutur Iqbal.

Iqbal menjelaskan, dua majikan Adelina yang ditahan itu masih dalam pemeriksaan. Karenanya, statusnya belum tersangka.

Setelah penelusuran yang dilakukan tim KBRI Kuala Lumpur, Adelina bukan berasal dari Medan, melainkan Nusa Tenggara Timur. "Kita masih menelusuri keluarganya," lanjut dia.

Adelina sempat masuk lewat jalur legal saat pertama kali menjadi TKI. Namun, dia pulang ke kampung halaman dan kembali lagi lewat jalur perorangan.

Jika Adelina terbukti tewas akibat kekerasan, kemungkinan besar pelaku akan dikenakan pasal KUHP 302 (hukum Malaysia) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. (MTVN/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More