Pemerintah Jaga Defisit Transaksi

Penulis: Anshar Dwi Wibowo Pada: Senin, 16 Mar 2015, 00:00 WIB Ekonomi
Pemerintah Jaga Defisit Transaksi

ANTARA/ANDIKA WAHYU
Presiden Joko Widodo memasuki Istana Bogor sebelum memimpin rapat terbatas kabinet, kemarin.

PELEMAHAN nilai tukar rupiah ternyata benar-benar diwaspadai Presiden Joko Widodo. Hingga pertengahan bulan ini saja sudah empat kali Presiden Jokowi mengumpulkan anggota kabinetnya untuk membahas tekanan dolar AS yang terus menguat.

Kemarin, Presiden memanggil menteri-menteri ekonomi untuk membahas pelemahan rupiah yang pada penutupan akhir pekan lalu berada di level 13.187 per dolar AS. Selain rupiah, rapat terbatas itu juga membahas pasokan dan harga beras pascadilakukan operasi pasar.

Mereka yang hadir dipanggil Presiden di Istana Bogor pada pukul 18.00 WIB di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan.

Rapat membahas rupiah ini sebelumnya dilakukan berturut-turut pada Senin (2/3), Selasa (10/3), dan Rabu (11/3) lalu. Pada rapat kemarin itu untuk pertama kalinya Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas pada hari libur.

Rapat terbatas itu difokuskan untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan.

Bukan tanpa alasan, dengan melemahnya rupiah, pemerintah mewaspadai defisit transaksi berjalan.

Pasalnya, tahun lalu defisit neraca transaksi berjalan tercatat 2,95% terhadap produk domestik bruto (PDB), menurun jika dibandingkan dengan defisit pada 2013 sebesar 3,18%. Tahun ini Bank Indonesia memperkirakan defisit sebesar 3,2%.

Dari hasil rapat itu, pemerintah akan melansir empat aturan baru yang akan diumumkan hari ini.

Menkeu Bambang Brodjonegoro menjelaskan, meskipun kebijakannya merupakan program jangka panjang, dampaknya bisa dirasakan langsung.

Empat aturan baru tersebut terkait insentif pajak, bebas visa, antidumping, dan komposisi biofuel.

Bambang enggan mengungkapkan apakah rapat yang dipimpin Presiden Jokowi juga khusus membahas upaya penguatan rupiah.

"Ya, kami tidak bicara rupiah menguat atau tidak. Yang kami dorong perbaikan di transaksi berjalan. Itu tujuan utama pemerintah. Kalau rupiah itu, tentunya kombinasi dari kebijakan moneter dan fiskal," ujarnya di Istana Bogor, tadi malam.

Restrukturisasi

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan empat aturan yang akan dikeluarkan sebagai bagian dari restrukturisasi perekonomian Indonesia. "Banyak inisiatif dalam memberikan insentif kepada industri, ini bagian dari restrukturisasi ekonomi kita."

Kalangan pengamat memperkirakan dolar AS masih akan terus menguat dalam satu hingga dua tahun ke depan. "Menguatnya dolar tidak hanya karena perekonomian AS kembali pulih, tetapi juga dipengaruhi selisih pertumbuhan ekonomi AS terhadap negara lainnya," ucap ekonom senior Fauzi Ichsan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More