Festival Dim Sum

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 11 Feb 2018, 14:30 WIB Weekend
Festival Dim Sum

MI/USMAN ISKANDAR

MERAYAKAN tahun baru Tionghoa tidak lengkap tanpa dim sum. Bila berada di kawasan Kemayoran, Jakarta, coba mampir ke Holiday Inn Express.

Selama 15-28 Februari mendatang, mereka menyediakan festival dim sum all you can eat. Cukup membayar Rp108 ribu, Anda bisa menikmati 10 jenis dim sum yang disiapkan head chef Bernardo Palm.

"Ada 10 jenis yang kita siapkan, shaomai ayam, har gow udang, pangsit udang mayonaise, pangsit udang goreng, bakpao ayam merah, ceker ayam, kuo tie, ekado, dan bakpao telur asin," ujar chef Ado--panggilan akrab Bernado--saat ditemui Media Indonesia, Selasa (6/2).
Saat dicicipi, har gow terasa lembut. Meski agak sedikit tebal, kulit itu membalut udang segar.

Elemen udang juga menjadi inti pangsit goreng mayonaise. Terinspirasi dari udang goreng mayonaise, pangsit ini berisi daging udang yang dicacah dibalut kulit pangsit yang digoreng garing. Untuk menyantapnya cukup dicocol mayonaise kecap asin. Rasa kulit yang renyah berpadu dengan daging udang yang lembut. Dengan sentuhan mayonaise semakin kuat rasanya.

Bila tidak suka udang, coba dengan pangsit ayam goreng. Isi pangsitnya cukup padat dalam balutan pangsit yang renyah.

"Bagi yang tidak menyukai seafood, ini bisa menjadi pilihan bagi Anda," ujar chef Ado.

Atau bila suka yang dikukus, ada shaomai ayam. Meski kulitnya sedikit tebal, isi shaomai cukup padat. Bagian atasnya dihias dengan telur ikan salmon.

Coba juga bakpao ayam merah. Bakpao berwarna putih itu saat dibelah langsung terlihat potongan ayam yang dibumbui dengan bumbu Tionghoa berwarna merah, angcui, dan kecap ikan. Rasa bumbu merah itu pun sangat terasa saat potongan daging ayam digigit.
Melengkapi semua makanan, pengunjung dapat menikmati chinesse tea. (Rin/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More