Rasa dan Mata, Kuno dan Kekinian

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 11 Feb 2018, 13:45 WIB Weekend
Rasa dan Mata, Kuno dan Kekinian

DOK. ZICO RIZKI

BERWISATA di Jeonju tidak afdal jika Anda tidak menikmati kekhasan kulinernya. Tidak hanya masyarakat lokal, beberapa menu kuliner khas Jeonju sangat diminati wisatawan internasional.

Menu makanan enak khas Korea yang termasyhur mendunia, bibimbap, ialah tujuan utamanya. Menu itu memang merupakan menu yang umum dikonsumsi masyarakat Korea, tapi para wisatawan akan merasakan sensasi berbeda jika menikmatinya di Jeonju.

Yang membuat bibimbap menjadi menu istimewa dinikmati di kota itu ialah Jeonju diketahui merupakan kota asal usul diciptakannya menu makanan sehat itu.

Dalam satu set menu bibimbap khas Jeonju, wisatawan akan disajikan sebelas side dish yang terdiri atas daging sapi cincang, sayuran, kimchi, acar, gochujang (pasta paprika khas Korea), kuah miso, dan telur ceplok setengah matang. Untuk menikmatinya, para penikmat disarankan mencampurkan beberapa side dish yang disajikan ke dalam satu mangkuk besar yang terdapat nasi di dalamnya.

Selain bibimbap, dua menu kuliner khas Jeonju yang patut dicoba ialah makgeolli, minuman beralkohol tradisional hasil fermentasi beras dan pie cokelat khas Jeonju.

Kuliner kekinian
Selain kuliner khas yang melegenda, di sepanjang Jalan Taejo, wisatawan dapat menemukan beberapa stan menu kuliner modern yang populer. Beberapa stan yang terlihat ramai daripada lainnya ialah sotong goreng tepung, satai ayam, dan gurita rebus.

Kami mencoba sotong goreng tepung dengan kombinasi varian rasa keju, cabai, dan barbeku. Komposisi daging dan tentakel dari sotong berukuran sekitar 15 cm yang dilapisi dengan tepung sangat cocok untuk di-sharing bersama sambil berjalan menyusuri ketenangan kawasan Desa Hanok Jeonju.

Menginap di rumah Hanok
Selain menikmati keindahan pemandangan perumahan Hanok, mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan menikmati kekhasan kulinernya, wisatawan perlu juga merasakan pengalaman tradisional di kota yang santai itu.

Paling mudah ialah merasakan bermalam di penginapan-penginapan Hanok. Amel mengatakan di wilayah itu banyak penginapan yang sengaja dibuat dan dijaga secara tradisional agar wisatawan dapat merasakan sensasi tinggal dan tidur di rumah tradisional Korea.

Di dalam sebuah penginapan dari rumah Hanok, wisatawan tidak akan menemukan spring bed di penginapan-penginapan pada umumnya, tetapi sebuah kasur tradisional khas Korea yang digelar di lantai yang terbuat dari kayu.

Pengalaman menginap di penginapan Hanok ditambah menjadi istimewa dengan merasakan kehangatan lantai kayu yang diset dengan sistem tradisional penghangat Ondol.

Suhu panas dari Ondol diaktifkan dengan uap yang dihasilkan dari batu-batu panas yang diletakkan seiring dengan fondasi lantai Hanok. Sistem Ondol diketahui telah dipakai masyarakat Korea sejak 1.000 SM.

Meskipun interiornya terkesan tradisional, penyedia penginapan memasukkan fasilitas-fasilitas penunjang modern seperti televisi multichannel, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower, serta jaringan wi-fi gratis.

Selain menginap di penginapan Hanok, pengalaman tradisional alternatif lain yang diminati wisatawan ialah mengikuti pengalaman membuat kertas tradisional Korea (hanji), darye (upacara tradisional jamuan minum teh), dan memainkan instrumen musik tradisional. (*/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More