Mengunjungi Rumah Baru sang Akar

Penulis: Fathurrozak Jek Pada: Minggu, 11 Feb 2018, 08:45 WIB Weekend
Mengunjungi Rumah Baru sang Akar

Salah satu kegiatan di Sanggar Anak Akar---MI/Fathurrozak Jek

SETELAH Bogel menyambut Medi, saatnya Kak Hairun Nisa nih, yang membukakan gerbang dan mempersilakan masuk. Medi pun duduk di ayunan yang ada di samping rumah sanggar, di bawah pohon rambutan. Kebetulan, pohon rambutannya sedang berbuah nih.

Oh iya, untuk Sobat Medi yang belum tahu tentang Sanggar Anak Akar, atau bisa disebut juga Sang Akar, ternyata usianya sudah 23 tahun lo!

Wah, sudah lama ya. Di Sang Akar, yang tinggal ialah teman-teman kita yang berasal dari jalanan. Mereka enggak cuma tinggal ya, tetapi juga mengikuti program sekolah.

“Di sini ada kelas Pratama, Madya, Utama, kalau bisa disamakan itu gampangnya SD, SMP, dan SMA. Biasanya, model kelasnya ada kelas akademik, dan kelas kreatif. Kelas akademik adanya di pagi hari, kita belajar sastra, sosiologi, matematika. Untuk sore harinya, mulai jam 16.00 WIB, kita ada kelas kreatif, seperti melukis,” kata Kak Hairun Nisa, yang sudah lama ikut kegiatan di Sang Akar, dan menjadi pengurus.

Kenapa namanya Akar ya? Kalau Kak Hairun Nisa mengibaratkan, “Akar itu kan adanya di bawah, tapi dia menguatkan bagian pohon yang ada di atas, hingga kemudian bisa berbuah.”

Kak Hairun Nisa di rumah baru Sanggar Anak Akar

Tak cuma dari jalanan
Kak Nisa, panggilan akrabnya, sebenarnya dia bukan dari jalanan ya Sobat Medi, ceritanya, dulu sewaktu daerah tempat tinggal Kak Nisa di Penas Kalimalang, Jakarta Timur, terkena banjir, ada teman-teman dari Sang Akar yang membantu di daerah Kak Nisa tinggal.

Dari situlah, Kak Nisa me­ngenal Sang Akar. Mulai dari belajar teater, saat masih kelas 3 SD, hingga akhirnya Kak Nisa memutuskan untuk ikut dalam setiap kegiatan sanggar.

Sang Akar juga enggak khusus buat anak jalanan saja ya, Sobat Medi!

Akar yang terus bercabang
Omong-omong, Sobat Medi masih ingat enggak nih, liputan Medi tentang Sanggar Anak Harapan yang ada di Rawabadak, Tanah Merah, Jakarta Utara? Pendiri Sanggar Anak Harapan, Kak Desboy, ialah alumnus Sang Akar!

Hebat, ya, Sobat Medi. Kak Desboy ini bersama Sanggar Anak harapannya memberikan ruang untuk belajar anak-anak di daerahnya, dan banyak yang mau ikut kegiatannya.

Kak Nisa, yang saat ini masih kuliah jurusan sosiologi di Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, juga mengungkapkan, karena sekolah yang ada di Sang Akar ini bukan sekolah formal, kalau ada teman-teman kita yang mau melanjutkan sekolah formal, bisa kok. Dengan cara kejar paket, yang dibantu kakak pengurus Sang Akar.

Sekolah tanpa rapor
Sobat Medi yang udah sekolah biasanya kamu kalau naik kelas, pasti ada dong, nilai rapor? Ada skor-skor nilainya juga kan. Kalau di Sang Akar beda nih. Dinamakan dengan Sekolah Otonom, nantinya teman-teman kita yang sudah menempuh akhir semester, akan diminta untuk pameran karya lo.

Nantinya, sebelum berpameran, teman-teman Sang Akar harus membuat proposal tentang kar­yanya, diajukan ke kakak pengurus, untuk mendapatkan bantuan dana dalam membuat karya mereka. Nah, biasanya akan mengundang kurator nih, Sobat Medi. Kurator itu yang menilai suatu karya seni ya. Jadi, rapor mereka ya dalam bentuk karya yang dikomentari langsung oleh seniman.

Enggak ada angka-angka skor nilai ya, hanya penjelasan mengenai apa yang kurang dan apa yang sudah baik untuk teman-teman Sang Akar selama menempuh semester.

Namun, karena baru saja pindah rumah, Sang Akar kini belum menjalankan lagi sekolah otonomnya nih, Sobat Medi. Kepindahan sanggar sendiri karena di tempat sebelumnya, yang dekat dengan jalan raya dan sungai, terkena proyek pembangunan Tol Becakayu.

Sebagai ucapan pamit kepada tempat lama, teman-teman Sang Akar pun menggelar ulang tahun di sanggar. Biasanya, teman-teman merayakannya di luar sanggar, seperti di Taman Ismail Marzuki. Teman-teman Sang Akar juga biasa mentas teater dan musik lo.

Sanggar yang didirikan Pak Ibe Karyanto ini pun sekarang beralamat di Jalan Pangkalan Jati 1A, nomor 28-29 Rt 8, Rw 13, di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Main ke rumah baru Sang Akar yuk! (M-1)

Cari Tahu Yuk
1. Tanggal 22 November 1994 ditetapkan sebagai hari lahir Sanggar Anak Akar. Saat itu anak-anak melakukan pentas pertama berjudul Operet Banjir, di depan warga Anyer.

2. Ada program bernama Barbenil (Barang Bekas Bernilai) nih, Sobat Medi. Yaitu, mengumpulkan barang-barang bekas dari para sahabat untuk diolah dan dicarikan pemilik baru. Hasil penjualan barang tersebut digunakan untuk keberlangsungan belajar mengajar teman-teman Sanggar Anak Akar. Kamu juga mau menyumbangkan barang bekas kamu?

3. Ulang tahun ke-23 Sanggar Anak Akar bertema Kembali mengakar, mengajak alumni dan juga sahabat untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang Sanggar Anak Akar. Ulang tahun ke-23 ini juga menandai rumah baru yang ditinggali teman-teman Sang Akar lo.

4. Doa Anak Negeri ialah penampilan kelompok paduan suara yang pernah dilakukan Sanggar Anak Akar berkolaborasi bareng Sang Timur Choir, Paduan Suara SMA Tarakanita 1, dan Sonore Chaber Choir. Ini konser amal ya, Sobat Medi, yang dilangsungkan pada 14 Januari 2018 di gedung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More