Kesemutan Kronis Gejala Penyakit Saraf

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 10 Feb 2018, 12:00 WIB Eksplorasi
Kesemutan Kronis Gejala Penyakit Saraf

SHUTTERSTOCK

MATI rasa atau orang awam menyebutnya kesemutan di bidang kesehatan dinamakan parestesia. Banyak orang beranggapan pada saat kita merasakan parestesia, pada saat itu aliran darah terputus dari otot.

Faktanya, hal itu berkaitan dengan saraf, ibarat saraf sensorik seikat kabel yang membawa informasi sensorik melalui impuls elektrokimia ke otak dan tulang belakang. Namun, jika ditekan ke salah satu kabel, api dan sinyal akan sulit dikirim dan dinyalakan.

"Kami memikirkan serabut saraf yang melewati tubuh sebagai jalur komunikasi," ucap Lawrence Abraham, profesor teknik kinesiologi dan kesehatan di University of Texas di Austin. Ia sudah mengumpulkan informasi dan hasilnya terdapat sistem reseptor sensorik khusus di sekujur tubuh. Jika ada tekanan atau kompresi pada saraf sensorik, kita sama sekali tidak mendapatkan informasi apa pun, jadi rasanya mati rasa.

Anda patut waspada jika sering mengalami kesemutan. Bisa jadi, Anda mengalami parestesia yang bersifat kronis. Parestesia yang bersifat kronis sering kali merupakan gejala suatu penyakit saraf atau akibat trauma pada jaringan saraf. Berbagai macam penyakit dapat menyebabkan parestesia kronis termasuk kekurangan vitamin, gangguan pada saraf akibat gerakan yang berulang, atau penyakit lain. (Iflscience/Hnf/L-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More