Potensi Longsor di Jawa Meluas

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 08 Feb 2018, 10:11 WIB Nusantara
Potensi Longsor di Jawa Meluas

ANTARA/AMPELSA

SEBAGIAN besar wilayah Indonesia masih berada pada musim hujan. Potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung juga akan meningkat.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) potensi longsor di Pulau Jawa meluas yaitu di daerah-daerah yang memiliki topografi pegunungan, perbukitan dan di lereng-lereng tebing yang di bawahnya banyak permukiman. Wilayah tersebut, memanjang di Jawa bagian tengah hingga selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor.

Daerah rawan longsor tinggi di Jawa Barat, ujar Sutopo, meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Purwakarta, Garut, Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.

Sedangkan di Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga dan Boyolali.

Sedangkan di Jawa Timur potensi longsor terutama di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, Pacitan, Mojokerto, Jember, Banyuwangi dan lainnya.

"Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya," ujar Sutopo di Jakarta, Kamis (8/2).

Selain itu BNPB juga mengimbau masyarakat untuk mengenali lingkungan sekitar dan tanda-tanda akan terjadinya longsor seperti adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan pondasi tiba-tiba retak dan lainnya.

"Periksa adanya retakan tanah di bukit yang merupakan cikal bakal dari mahkota longsor. Saat hujan lebat waspadalah. Jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman," imbuh Sutopo.

Selama tahun 2018, BNPB mencatat telah terjadi 275 bencana yang menyebabkan 30 jiwa meninggal dan hilang, 66 jiwa luka, 153.183 menderita dan mengungsi, 10.254 unit rumah rusak (1.315 unit rusak berat, 2.801 unit rusak sedang dan 6.138 unit rusak ringan), dan 92 bangunan fasilitas umum rusak.

Adapun bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal dunia. Sejak 1/1/2018 hingga 7/2/2018 terdapat 19 orang meninggal dunia akibat longsor, sedangkan puting beliung 5 orang, banjir 3 orang, kombinasi banjir dan longsor 2 orang dan gempa 1 orang.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hujan berintensitas tinggi akan berlangsung hingga Maret 2018 mendatang. Sedangkan puncak hujan terjadi selama Februari 2018. Karenanya masyarakat diminta waspada akan potensi bencana yang terjadi. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More