Impor Jagung Untuk Dukung Ekspor Mamin

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 08 Feb 2018, 07:40 WIB Ekonomi
Impor Jagung Untuk Dukung Ekspor Mamin

ANTARA

KEMENTERIAN Perdagangan menekankan kebijakan impor jagung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman (mamin) yang selama ini kekurangan bahan baku, bukan untuk kebutuhan pangan atau pakan ternak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan dent corn atau yang lebih dikenal dengan sebutan jagung gigi kuda itu memang selalu didatangkan dari luar negeri setiap tahunnya karena petani di Tanah Air tidak memproduksi jenis jagung itu. "Jagung yang diimpor itu yang tidak diproduksi di Indonesia. Dari tahun-tahun lalu, impor jagung untuk kebutuhan industri itu tetap terjadi," ujar Enggartiasto di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, kemarin.

Kebijakan impor jagung industri harus dilakukan demi mendorong kinerja eks-por sektor makanan dan minuman. Jika impor bahan baku dibatasi atau dilarang, para produsen yang telah menanamkan investasi besar di Tanah Air tidak akan dapat berproduksi maksimal dan tidak akan memberikan kontribusi besar kepada negara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (kemendag) Oke Nurwan mengatakan pihaknya telah mengeluarkan izin impor jagung sebesar 171.660 ton kepada lima perusahaan yakni PT Tereos FKS Indonesia, PT Indofood, PT Miwon Indonesia, PT Sinar Unigrain Indonesia, dan PT Nutrifood Indonesia. Izin tersebut berlaku hingga 31 Desember 2018. Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan adanya impor jagung bahan baku industri lanjutan jika memang dibutuhkan.

"Kalau mereka ekspornya bisa kencang dan membutuhkan lebih banyak bahan baku ya nanti bisa dikasih lagi (tambahan impor). Intinya ini orientasi ekspor. Kemarin saya ditegur karena ekspor kurang," paparnya.

Oke mengatakan yang terpenting ialah pemerintah mengawasi jagung-jagung yang datang dari luar negeri digunakan untuk bahan baku industri agar tidak bocor ke pasar dan dipergunakan untuk pakan ternak.

"Kita pastikan itu tidak bocor dan mengganggu jagung peternak," tandasnya. (Pra/E-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More