Sempat Bangkrut Jual Mi Ayam

Penulis: (TB/M-4) Pada: Kamis, 08 Feb 2018, 01:16 WIB Humaniora
Sempat Bangkrut Jual Mi Ayam

MI/M Taufan SP Bustan

ACHMAD Zaky merupakan tipe orang yang tidak mudah putus asa dan pekerja keras. Itu dibuktikan setelah sukses mendirikan salah satu situs jual beli daring terbesar di Tanah Air yang bernama Bukalapak. Namun, siapa sangka, dibalik kesuksesannya itu, Zaky sapaan akrabnya ini pernah sangat susah. Bahkan, jatuh bangun di bidang usaha sampingan sudah dirasakannya. Ia pun menceritakan kisahnya kepada Media Indonesia saat sesi wawancara di kantornya yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (18/1).
Pria 31 tahun ini menuturkan, semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat, ia sudah meggeluti pelbagai bisnis.

Itu pun terus berlanjut hingga lulus dari bangku kampus, mulai terima proyekan software dari sejumlah perusahaan hingga berjualan mi ayam. Zaky mengaku terkesan saat berjualan mi ayam. Waktu itu hatinya tergerak untuk berguna bagi banyak orang. Modal berjualan mi ayam itu dikumpulkan dari hasil bisnis pembuatan software yang ditabung pada saat itu. Zaky kemudian berani merekrut beberapa orang yang ingin bekerja. Warung kecil pun dibuka persis di samping ITB. Strategi pasar seadanya kemudian dikeluarkan, warung tersebut berjalan. Tak ubahnya warung-warung jalanan pada umumnya, warung Zaky di awal selalu ramai.

Berjalannya waktu, niat bapak dua anak itu ingin memperkerjakan orang-orang yang kurang mampu di lingkungannya, ternyata tidak sesuai harapan. Warung mi ayam tersebut hanya bertahan hingga enam bulan, pun demikian selama itu pendapatan selalu tidak sesuai dengan pengeluaran. “Kurang lebih waktu itu ada dua orang karyawan. Saya dulu sebagai pemodal yang juga turun langsung. Dengan modal Rp20 juta ternyata warung mi ayam itu bangkrut,” kenang penghobi program komputer ini. Diakui Zaky, ia tidak memikirkan strategi pasar dengan tepat, sehingga warungnya tidak mendapatkan pemasukan. Meskipun sebelum membuka warung, ia sempat melakukan riset kecil.

“Ya, karena keinginan besar tadi sehingga main buka saja. Ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” terangnya. Meskipun gagal, tidak kemudian menyurutkan cita-cita tinggi Zaky untuk menjadi orang yang betul-betul berguna banyak orang. Ia terus berusaha dan bekerja keras, hingga akhirnya fokus kepada keahliannya di bidang teknologi sampai berhasil mendirikan Bukalapak dengan mempekerjakan ribuan orang.

Sejak SD
Kedekatan Zaky dengan dunia teknologi ternyata tidak pada saat kuliah, tetapi sejak sekolah dasar (SD). Berawal dari satu unit komputer pemberian pamannya, ia pun mulai belajar dari buku panduan program komputer. Ia pun mulai tertarik akan program komputer. “Semua berawal dari 1997. Ya, dari satu komputer dan buku program komputer pemberian paman itu. Saya terus belajar hingga SMP, SMA, dan berakhir di ITB,” tuturnya. Karena sangat tertarik dengan dunia informatika tersebut, Zaky sempat menjadi wakil Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Solo untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang komputer. Kala itu, Zaky berhasil

keluar sebagai pemenang. Tidak hanya satu kali memenangi kejuaraan di bidang komputer, tapi banyak penghargaan lainnya. Sesampainya di ITB, Zaky pun sering menjuarai kompetisi teknologi informatika tingkat nasional. Salah satunya, meraih juara II kejuaraan Indosat Wireless Innovation Contest 2007.

“Waktu itu saya membuat software (perangkat lunak) MobiSurveyor yang digunakan untuk perhitungan cepat survei pemilihan umum,” ujarnya. Berkat prestasinya itu, Zaky pun meraih beasiswa studi ke Oregon State University dari Pemerintah Amerika Serikat. Semangat pun semakin tinggi dirasakan Zaky, hingga akhirnya mendirikan Bukalapak pada 2010 hingga bisa sukses seperti saat ini.

Zaky pun tidak berpuas diri dengan apa yang telah ia hasilkan, niatnya yang mulia untuk memanusiakan manusia sangat tinggi. Harapan terbesarnya banyak pihak terkhusus UKM sukses dari apa yang ia buat. Tidak hanya itu, seluruh karyawan yang bernaung di perusahaannya bisa sukses kedepannya dengan passion-nya masing-masing. “Kerja apa yang Anda senangi dan berani memulai,” pungkasnya. (TB/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More