Evakuasi Korban Longsor Bogor Kembali Berlanjut

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 07 Feb 2018, 08:58 WIB Nusantara
Evakuasi Korban Longsor Bogor Kembali Berlanjut

MI/DEDE SUSIANTI

EVAKUASI terhadap korban longsor di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali dilanjutkan, pada Rabu (7/2) yang sudah memasuki hari ketiga pencarian.

Pencarian korban longsor berlangsung di dua lokasi terpisah yakni di Riung Gunung, Puncak, dan di Kampung Maseng, Kecamatan Cijeruk. Untuk korban longsor di Riung Gunung, Puncak masih dugaan, karena informasi warga yang mendengar ada tiga pengendara motor yang terseret longsor hingga jatuh ke jurang.

"Saksi mata itu mendengar ketika melintas turun dari Puncak saat longsor terjadi Senin (5/2)," kata Kapolres Bogor Kabupaten AKBP A M Dicky.

Pencarian masih akan dilanjutkan, bahkan kemarin dua anjing pelacak khusus bencana dari Jakarta Rescue diturunkan untuk mengendus keberadaan korban.

Sementara itu untuk korban longsor di wilayah Cijeruk, terdapat lima korban yang tertimbun longsor. Selasa (6/2) kemarin, empat dari lima korban berhasil ditemukan dan telah dievakuasi. Kondisi keempatnya ditemukan sudah meninggal dunia.

Keempat korban adalah Nani (34), Aurel (1,5), Alan (17) dan Aldi (8). Satu korban atas nama Adit (10) tahun masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

"Lokasi longsor Cijeruk ada lima orang yang kemarin hilang, sudah ditemukan empat, tinggal satu orang lagi masih dalam pencarian," kata Dicky.

Ditambahkan, upaya pencarian terhadap korban longsor mengalami kendala salah satunya cauca yang masih turun hujan. Upaya pencarianpun sempat terhenti ketika hujan agak lebat turun. Dan dilanjutkan kembali ketika hujan mulai mereda.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei saat meninjau lokasi longsor di Bogor, Selasa kemarin mengatakan upaya pencarian dan evakuasi korban tanah longsor tidak mudah memerlukan waktu, harus menggunakan pompa air, dan harus digali pelan-pelan.

Menurutnya cuaca menjadi salah satu kendala dalam upaya pencarian dan
evakuasi korban longsor. Jika hujan turun tidak bisa dilakukan pencarian untuk menghindari adanya korban dari pihak SAR.

"Kita juga harus memperhatikan keselamatan bagi orang yang melakukan
pencarian dan evakuasi," katanya.

Tingginya curah hujan yang diprediksi terjadi dalam kurun waktu dua minggu ini, Willem mengharapkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan supaya tidak jatuh korban.

Ia mengatakan intensitas bencana meningkat, BNPB akan memperkuat sistem peringatan dini, dan orang yang selamat dari bencana sebesar 95 persen adalah karena kapasitas dirinya, sisanya karena pertolongan dari orang lain.

"Masyarakat perlu mengenali lingkungan sekitarnya, mengenal potensi
bencana, dan mampu mengantisipasinya," kata Willem.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan kondisi cuaca di kawasan Puncak masih diselimuti mendung tipis. Begitu juga wilayah Bogor. Upaya pencarian diduga korban longsor di Puncak, telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB.(Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More