Pilih Sambalmu Sendiri

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Minggu, 04 Feb 2018, 09:50 WIB Kuliner
Pilih Sambalmu Sendiri

Ayam sambal nyinyir---MI/M Taufan SP Bustan

AYAM geprek menjadi tren di kalangan pecinta kuliner DKI Jakarta dan sekitarnya. Masakan asal Yogyakarta ini disajikan dengan sederhana, tetapi menarik banyak peminat. Mulai ayam yang diolah secara khusus hingga pelbagai jenis sambal yang tentunya menggugah selera ketika disantap bersama nasi putih.

Inilah yang ditawarkan Warung Ayam Geprek Om Tian yang terletak di Griya Rasuna, Jalan Pedurenan Masjid 2, Nomor 18, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Warung makan yang baru dibuka 3 Januari 2018 ini menyediakan pelbagai masakan khusus ayam.

Saat Media Indonesia berkunjung Jumat (2/2), sepintas tempat ini mirip warung ayam geprek kebanyakan. Interiornya sederhana, tampak susunan foto varian masakan ayam geprek di dinding ruangan.

Ada tiga varian ayam yang menjadi unggulan tempat ini. Mulai ayam geprek sambal nyiyir, ayam geprek sambal ijo, dan ayam geprek sambal matah. Untuk membasuh rasa pedas, disarankan teh serai, minuman andalan mereka.

Bila kebanyakan warung yang menyediakan ayam geprek biasanya dilapisi tepung untuk membuatnya garing, tapi tidak di sini. Ayam yang disajikan utuh, tetapi memiliki citarasa sendiri.

Juru masak Ayam Geprek Om Tian, Andi Pur­nomo, menuturkan penyajian ayam di warung Om Tian memang disengaja tidak menggunakan tepung dan digeprek. Itu dilakukan tidak lain sebagai pe­nanda bahwa penyajian di warung ini beda dengan model ayam geprek lainnya.

Ayam yang dipotong menjadi empat bagian itu, kata Andi, diungkep dengan bumbu dan rempah, seperti kunyit, jahe, serai, daun jeruk, daun salam, bawang merah, serta bawang putih yang di­haluskan.

“Direbus kurang lebih 10 menit hingga dagingnya mateng. Cara ini dilakukan biar dagingnya lunak dan mengeluarkan rasa,” ungkap Andi.

Benar, begitu daging ayam ini masuk ke mulut dan dikunyah langsung mengeluarkan rasa yang khas. Bumbu dan rempah yang digunakan begitu menyatu, sangat berasa. Belum lagi ketika dikunyah bersama banyaknya pilihan sambal. Membuat rasa daging ayam ini begitu komplit.

“Sebenarnya setelah direbus itu sudah enak untuk dimakan. Namun, karena ini hidangan yang harus digoreng, jadi digoreng lagi biar lebih nikmat untuk disantap,” terangnya.

Andi mengaku ada waktu tertentu saat me­ngungkep ayam. Supaya teksturnya tidak lunak. Setelah diungkep, lalu di goreng sekitar tujuh menit. “Digoreng tidak perlu terlalu lama karena daging ayamnya sudah masak. Diperkirakan saja kalau sudah mateng tidak melebihi waktu tujuh menit. Karena kalau terlalu lama digoreng bisa mengeluarkan rasa yang kurang enak. Jadi memang waktunya juga harus pas,” tegasnya.

Ketika ayamnya selesai digoreng, kemudian disajikan dengan sambal di sebuah wadah. Tidak lupa ditambahkan dengan beberapa pemanis seperti, potongan tipis sayur kol, daun kemangi, dan potongan tipis tomat.

Sambal
Pemilik Ayam Geprek Om Tian, Tijih Andriyasa, menyebutkan bahwa ia menggunakan banyak varian sambal, di antaranya sambal nyiyir, sambal ijo, dan sambal matah.

Pada sambal nyiyir, memakai bahan dasar 100% cabai rawit merah yang ditumis menggunakan tambahan bumbu dan rempah lainnya. Rasa dari sambal ini begitu pedas. Pun tidak memiliki level kepedasan, Andriyasa mengaku, membuat sambal ini dengan ratusan biji cabai rawit merah.

“Untuk pedasnya, sambal nyiyir ini memang lumayan pedas. Kami tidak pakai standar level, tetapi tingkat kepedasannya sudah seperti ini. Pedasnya itu bikin ketagihan,” ujarnya.

Ada juga sambal ijo. Sambal ini menggunakan standar cabai hijau dan ditambah bawang merah dan bawang putih yang diulek bersamaan. Pada sambal ini juga cara masaknya dengan ditumis. Rasa sambal ijo sangat khas tapi tidak sepedas sambal nyiyir.

Sementara itu, pada sambal matah, disajikan hampir sama dengan sambal matah pada umumnya. Di mana ada perpaduan antara, cabai rawit merah, bawang merah, serei, irisan daun jeruk, dan beberapa rempah serta tambahan bumbu dapur yang diiris mentah.

Ayam sambal ijo

Ayam sambal matah

Selain tiga varian sambal ini, Ayam Geprek Om Tian juga menawarkan pelbagai sambal lainnya, seperti sambal rica, sambal balacan, dan sambal mangga.

Andriyasa menambahkan, ayam geprek yang mereka tawarkan memiliki perbedaan pada pilihan sambal. Tidak hanya itu, di warung yang ia pimpin juga menyediakan ayam bakar dengan banyak pilihan sambal.

“Namanya ayam geprek sebenarnya semuanya sama. Namun, kami hadir dengan beberapa variasi sehingga ada pembeda. Dengan sambal inilah dan es teh serai yang kami buat sendiri,” tegasnya.

Teh serai
Es teh serai yang disajikan di warung ini merupakan pendamping khusus saat menikmati kepedasan ayam geprek. Pembuatannya pun sangat sederhana dengan menyampurkan teh biasa dan sepotong serai yang disajikan dingin.

Penggunaan sepotong serai pada teh ini dipercaya bisa menghangatkan tenggerokan saat memakan pedas. Selain itu ada manfaat kesehatan dan terpenting mengangkat cita rasa Indonesia.

Meski terbilang baru di bilangan Kuningan, Warung Ayam Geprek Om Tian cukup memiliki banyak pelanggan. Bahkan banyak laku di pasar daring. Pemilik Warung Ayam Geprek Om Tian lainnya, Diaksa Adhistra, menambahkan, sebenarnya warung ini sudah lama buka di wilayah Pancoran. Di daerah itu warung ayam geprek sudah berjalan satu tahun.

“Yang di Kuningan ini baru. Baru tahun ini dibuka. Lumayan meskipun baru, di warung ini sudah banyak pelanggan juga,” akunya.

Berbicara harga, semua ditawarkan dengan sangat terjangkau. Per porsi ayam geprek hanya dihargai Rp18 ribu sudah termasuk sambal dan nasi putih. Untuk pilihan minuman dingin ataupun panas dihargai rata-rata Rp3 ribu hingga Rp8 ribu. (M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More