Serunya Mengintip Fenomena Super Blue Blood Moon

Penulis: Fathurrozak Jek Pada: Minggu, 04 Feb 2018, 08:50 WIB Weekend
Serunya Mengintip Fenomena Super Blue Blood Moon

MI/Seno

RABU (31/1) malam lalu, Sobat Medi bersama warga telah memenuhi pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Semua yang hadir di situ, menghadap ke langit! Memangnya ada apa sih?

Ya, Sobat Medi bersama 5.000 orang lebih yang hadir di TIM, termasuk anak-anak, yang mayoritas tinggal di Jabodetabek itu datang untuk menyaksikan fenomena super blue blood moon.

“Ada 5.000 lebih yang datang. Kita menyediakan 16 teleskop yang tersebar di beberapa titik,” ujar Pak Eko Wahyu, Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium Jakarta.

Wow, namanya keren ya, tapi kira-kira apa sih super blue blood moon ini?

Kenapa banyak orang begitu bersemangat menyaksikannya dan enggak mau melewatkan momen ini ya? Ya, seperti yang juga banyak dikupas di media, super blue blood moon ini salah satu peristiwa gerhana bulan total. Namun, ia juga istimewa karena peristiwa ini gabungan dari tiga fenomena bulan.

Gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Kalian pasti tahu kan, yang punya sumber cahaya kan matahari. Oh iya, gerhana ini terjadinya saat bulan purnama ya, sedangkan super blue blood moon ini, gabungan tiga fenomena nih, Sobat Medi. Ada super moon, blue moon, dan terakhir blood moon.

Berkat teleskop
Syukurlah, meski sempat tertutup awan, karena cuaca sore hari itu hujan, menjelang masuk gerhana bulan total, bulannya terlihat. Puncaknya, pukul 20.30, bulan terlihat merah.

Enggak sia-sia deh Medi ikut beramai-ramai untuk menyaksikan fenomena yang menurut kakak-kakak Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), akan terulang kembali 150 tahun mendatang! Wah, lamanya. Mungkin nanti yang akan melihat fenomena super blue blood moon cucu kita ya, Sobat Medi.

Oh iya, kalian tahu enggak sih, alat yang digunakan untuk melihat benda-benda di langit supaya terlihat jelas? Ya, betul sekali, teleskop!

Sudah tahu, ada berapa jenis teleskop? Kak Indra Firdaus, Ketua HAAJ, memaparkan, secara umum terdapat dua jenis teleskop, yaitu reflektor dan refraktor.

Apa ya, perbedaannya? “Bedanya, di perangkatnya, juga kesesuaian kebutuhan penggunaan. Reflektor itu untuk perangkat berbasis cermin, dan lebih nyaman digunakan untuk pengamatan. Nah, kalau refraktor, basisnya lensa, jadi lebih enak kalau untuk motret,” kata Kak Indra.

Tonton gerhana berikutnya
Salah satu Sobat Medi yang ikut datang ke TIM ialah Syakira Putri Ramadhani. Ia datang bersama ayah dan bundanya dari rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. “Ini baru pertama kali lihat gerhana bulan secara langsung,” kata Syakira.

Mengamati fenomena alam seperti gerhana bulan ini penting lo, Sobat Medi. Selain untuk mengenal lebih dalam fenomena alam, juga menjadi praktik langsung dari buku-buku yang kita pelajari.

Untuk Sobat Medi yang masih ingin melihat gerhana, pada tahun ini masih ada kok, bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi gerhana bulan total akan kembali terjadi pada 28 Juli nanti. Fenomena ini bisa dilihat dari Indonesia.

Namun, selain itu, ada fenomena-fenomena langit yang tak kalah seru, tapi tak dapat dipantau dari Tanah Air, yaitu gerhana matahari sebagian pada 15 Februari, 13 Juli, dan 11 Agustus. (M-1)

Cari Tahu Yuk

Yuk kita kupas satu persatu pengertian super blue blood moon ini, Sobat Medi. Ada super moon, blue moon, dan terakhir blood moon.

1. Super moon merupakan fenomena ketika jarak bulan dengan bumi paling dekat. Jadi bulan terlihat lebih besar dan lebih terang daripada biasanya.

2. Terus, kalau blue moon, yaitu ketika dua kali bulan purnama terjadi pada bulan yang sama dalam kalender Masehi. Kok dua kali, memang yang satunya terjadi kapan?

3. Kalau Sobat Medi masih ingat, bulan purnama pertama di Januari terjadi saat malam tahun baru! Nah, blue moon kali ini terjadi karena bulan purnama terjadi lagi pada Januari.

4. Blood moon, ternyata enggak seseram namanya, darah. Blood moon ini merupakan fenomena gerhana bulan total, yang saat puncak totalnya berwarna merah seperti darah. Meski namanya bulan darah, indah banget lo, Sobat Medi!

5. Kenapa bisa berwarna merah ya? Menurut Kak Nural dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), merahnya ini disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer dari Bumi. (*/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More