Isyana Sarasvati Jangan Takut Memperjuangkan Mimpi

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Sabtu, 03 Feb 2018, 10:30 WIB Hiburan
Isyana Sarasvati Jangan Takut Memperjuangkan Mimpi

DOK MI ARYA

PENYANYI Indonesia, Isyana Sarasvati, 24, menuturkan sejak kecil dia bercita-cita ingin berkarier di bidang musik.

Karena itu, dia berusaha secara total untuk menyelaraskan pendidikan dan minatnya dalam bermusik.

"Jika ditanya ingin jadi apa, jawabnya ingin menjadi maestro. Ketika seusia SD, saya belum bisa menjelaskan dengan baik dan benar. Cuma bisa menyampaikan kepada orangtua saya tentang memimpin orkestra," kata Isyana ketika ditemui di sela-sela acara terkait dengan posisinya sebagai brand ambassador sebuah produk kecantikan di Jakarta, Rabu (31/1).

Isyana mengaku dirinya beruntung karena kedua orangtuanya mendukung penuh minat dan kesukaannya berkiprah dalam bidang musik.

Ketika masuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), pelantun hit Tetap Dalam Jiwa itu menuturkan mulai serius mencari sekolah musik sehingga dia dapat mewujudkan mimpinya.

"Orangtua sangat mendukung dan mereka bertanya tentang jurusan atau program studi apa saat kuliah? Aku bilang aku maunya musik. Mereka meyakinkan apakah ada jurusan lain selain musik, aku jawab tidak ada," tutur gadis kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 itu.

Menurutnya, mimpi sudah sepatutnya diperjuangkan.

Alhasil, dia yakin dan mantap mengambil jurusan musik saat kuliah.

Sebabnya, dia tidak ingin mendalami musik hanya dari teori dan skill, tetapi juga secara menyeluruh, termasuk sejarah musik.

"Aku percaya dengan tujuan ku. Aku benar-benar mencari sekolah dan alhamdulillah juga, syaratnya tidak mesti lulus SMA," candanya.

Isyana diterima di salah satu sekolah musik di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, dan Royal College of Music, Britania Raya.

Dia berhasil lolos ujian audisi dan mendapatkan beasiswa di sana.

"Ada fast track. Jadi, kamu tidak harus lulus SMA asalkan kamu punya satu sertifikasi kemahiran di bidang musik. Lalu aku ikut audisi. Tiba-tiba diterima di Nanyang dan dapat beasiswa. Tentu bukan main senangnya," cetusnya.

Tidak Mengotak-ngotakkan

Isyana mengakui mencintai musik secara keseluruhan meskipun jurusan yang dia ambil musik klasik.

Dalam menulis lagu dia juga tidak mau hanya condong pada satu genre.

"Tidak mau mengotak-ngotakkan genre, misalnya, aku orangnya ngepop sekali, aku orangnya suka klasik. Saat aku sedang merasa senang musik pop, aku akan ciptakan lagu musik pop. Saat aku sedang suka dengan musik klasik, akan aku buat karya musik klasik," tukasnya.

Pada kesempatan berbeda, Isyana tampil dalam konser Invitation to Dance di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM).

Ia menunjukkan kepiawaian bermusiknya dalam karya kedua, Fruhlingsstimmen-Walzer, Op 410, karya Johann Strauss II (1825-1899).

Tarian musik ini merupakan tarian waltz yang menenangkan, yang kembali membuat penonton terhenyak.

Dalam acara itu, Isyana berkolaborasi dengan Avip Priatna dan JOC.

Mendekati menit terakhir, Isyana mendengungkan suara soprannya.

Penonton seketika memberikan tepuk tangan terkeras. Beberapa ada yang bersemangat tepuk tangan sambil menahan diri untuk berdiri. (MTVN/H-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More