Foxxy for Rent, Revolusi Terkini untuk Pencinta Fesyen Indonesia

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 27 Jan 2018, 10:58 WIB Weekend
Foxxy for Rent, Revolusi Terkini untuk Pencinta Fesyen Indonesia

FESYEN atau gaya busana merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri.

Lewat gaya busana, seseorang bisa makin percaya diri dan berani. Namun kadang, bereksperimen dengan gaya busana bisa sangat melelahkan, menghabiskan banyak waktu, dan juga uang.

Dengan keinginan untuk berkontribusi di dunia fesyen Indonesia serta meningkatkan rasa percaya diri para pencinta fesyen, dr Natasha Vinski, kembali meluncurkan Foxxy dengan model bisnis baru berupa layanan peminjaman pakaian high fashion (Foxxy for Rent) mulai dari koleksi terbaru, jarang ditemukan (rare), hingga koleksi vintage.

“Di Foxxy kami percaya bahwa lewat gaya busana, seseorang bisa makin berdaya. Sebagai contoh, saya bisa makin merasa percaya diri apabila menggunakan business s untuk kepentingan meeting," ujar dr Natasha Vinski, CEO Vinsk Tower ansld Aeroqueen, Founder Foxxy, melalui rilisnya, Sabtu (27/1).

Untuk itu, lanjut dia, Foxxy berevolusi dari butik yang hanya menyediakan baju rancangan Foxxy hingga menjadi butik yang juga menyediakan layanan peminjaman pakaian high fashion.

"Lewat revolusi ini, kami mengajak para pencinta fesyen Indonesia menjadi konsumen cerdas sekaligus bergaya dan mengekspresikan diri,” kata Natasha lagi.

Foxxy merupakan sebuah brand yang didirikan oleh dr Natasha Vinski pada 2012 dan menyediakan berbagai macam merek dari desainer lokal maupun internasional untuk memenuhi kebutuhan para pencinta gaya busana yang ingin selalu tampil percaya diri.

Para klien yang ingin menyewa koleksi Foxxy dapat melihatnya melalui Instagram @foxxy.id di mana koleksi yang ditawarkan akan terus diperbarui jika terdapat koleksi-koleksi terkini. Selain pakaian yang memiliki kualiatas tinggi, Foxxy juga menawarkan layanan peminjaman sepatu dan tas untuk melengkapi gaya busana seseorang.

Koleksi yang ditawarkan Foxxy dapat disewa dalam kurun waktu 7 hari dan para klien dapat membawa pakaian yang disewa ke mana pun mereka inginkan. Foxxy membutuhkan pembayaran penuh di muka dan 30% deposit yang akan diberikan kembali setelah pakaian dikembalikan.

Jika klien ingin berpergian keluar kota atau negeri menggunakan pakaian tersebut, Foxxy akan menambahkan 10% biaya sewa setiap harinya selama pakaian tersebut digunakan dan dibawa keluar kota ataupun keluar negeri.

“Saya harap dengan hadirnya Foxxy, para fashionistas yang selalu mengikuti tren maupun yang ingin tampil beda dapat merasa lebih percaya diri dan powerful menggunakan koleksi yang kami tawarkan,” ujar Natasha.

Selain meluncurkan kembali Foxxy, Natasha Vinski juga memperkenalkan organisasi sosial yang didirikannya bernama ‘LoveHumanity NCV’. Organisasi ini didirikan enam tahun lalu dengan tujuan untuk berkontribusi terhadap masyarakat, terutama anak-anak, dan menjadikan dunia semakin baik lagi.

Fokus utama LoveHumanity NCV ialah edukasi dan kesehatan. Pada April mendatang, LoveHumaniy juga akan mengadakan kegiatan di Desa Boa, Rote, Nusa Tenggara Timur.

“Saya percaya, anak-anak adalah masa depan, dan kami ingin menyiapkan mereka menjadi pimpinan bangsa dan mendapatkan hak yang sama. Lewat kegiatan ini dan bersamaan dengan relaunch Foxxy, saya mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut serta berdonasi. Donasi dapat berbentuk obat-obatan, buku, pakaian, ataupun sembako, dan kami tidak menerima donasi berbentuk uang. Mari semakin berdaya dengan Foxxy dan LoveHumanity,” tutup Natasha. (RO/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More