Gaya Tumpuk yang Sederhana

Penulis: Siti Retno Wulandari Pada: Minggu, 28 Jan 2018, 04:01 WIB Weekend
Gaya Tumpuk yang Sederhana

MI/Adam Dwi/DOK INSTAGRAM

GAYA berbusana kini tak lagi terbatas hanya dengan satu model atasan dan bawahan. Seperti ditampilkan label dalam negeri, IKYK (I Know You Know) memberikan ide segar bagi perempuan untuk bisa memadupadankan berbagai atasan tanpa terlihat berlebihan.

Jika ditilik dari luar, luaran dengan aksen serut berwarna olive hanya dipadukan celana berpotongan lebar. Akan tetapi, saat tali serut dibuka, ada dalaman berupa kemeja putih dengan apron overall yang berpotongan di bagian tengah. Meski bertumpuk, tak tampak kesan ribet ataupun mengembang bagi si pemakai. Gaya lain ditampilkan dengan padu padan, long coat lengan pendek yang di salah satu sisinya penuh dengan motif geometri dengan menggunakan teknik cetak digital. Ada warna pink, biru, abu, serta warna pastel lain dalam motif cetak tersebut. Sementara itu, bagian dalamnya dipermanis dengan kemeja lengan panjang berwarna cokelat dan rok berpotongan A line.

Creative Director IKYK, Anindia Putri mengatakan koleksinya bersama dengan private label milik JD.ID, Stylehaus, menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya keluar dari zona nyaman. Sebabnya, IKYK sebagai brand modest wear sudah memiliki ciri khas tersendiri dengan gaya tumpuk dan pilihan warnawarna earthy. Putri pun tak pernah menggunakan teknik cetak digital. Ia hanya bermain pola pada setiap material yang digunakan.

“Ini inspirasinya dari perjalanan melihat museum, instalasi seni, juga galeri yang kontemporer baik di dalam maupun luar negeri. Pun dengan pilihan warna-warna pastel seperti pink salem ini, keluar dari zona nyamannya aku tetapi ciri khas IKYK tetap ada dengan potongan busana yang besar,” kata Putri usai konferensi pers di Qubicle Center, Jakarta, Kamis(26/1).

Zona nyaman

Pilihan untuk keluar dari zona nyaman inilah yang memberikan kesan eksklusif pada koleksinya kali ini. Ada 19 potongan busana dan empat scarf yang dihasilkan, baik dengan sentuhan cetak digital maupun polos seperti dna dari IKYK. Walaupun harus meninggalkan kenyamanan, Putri mengaku sangat puas dengan hasilnya karena proses diskusi bisa mengakomodasi kemauan kedua belah pihak. Keinginannya menerima pinangan dari JD.ID, imbuh Putri, disebabkan ia melihat perkembangan mal daring tersebut yang pesat, juga ada peluang baru yang ditawarkan, yaitu membuat busana dengan kualitas apik tapi harga terjangkau.

Sementara, Head of Fashion Category JD.ID, Stephanie Susilo, mengatakan kolaborasi dengan label lokal sudah dimulai sejak tahun lalu dengan menggandeng Barli Asmara. Sementara itu, untuk kali ini pilihannya jatuh kepada IKYK lantaran label tersebut memiliki ciri khas dan konsisten dengan penggunaan material yang ramah lingkungan.

“Kami punya posisi yang jelas, dan akan terus bekerja sama dengan desainer dalam negeri. Warna-warna yang ditawarkan ini sangat sesuai dengan musim semi dan panas. Koleksi ini juga sangat cocok dikenakan bagi yang berhijab maupun tidak,” tukas Stephanie yang saat itu menggunakan koleksi blus dengan aksen layer dan dipenuhi motif geometris hasil cetak digital.

Bahan ramah lingkungan

Selain model yang cocok dikenakan siapa pun, IKYK menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Putri menjelaskan bahan yang digunakan tidak perlu dicuci dengan metode dry clean, pun dengan detergen. Cukup cuci dengan air hangat, busana tersebut kembali bersih dan bisa dipakai kembali.

“Untuk scarf, kami tidak membeli bahan baru tetapi bahan yang sudah ada, lalu didaur ulang,” tukas Putri. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More