Tide Pods Challenge, Tantangan Gila yang Mematikan

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 27 Jan 2018, 08:41 WIB Eksplorasi
Tide Pods Challenge, Tantangan Gila yang Mematikan

Ist

BARU-BARU ini seorang anak di Amerika merekam dirinya memakan Tide Pods untuk mengikuti tantangan memakan detergen berbentuk kapsul atau laundry pods. Laundry pods adalah produk yang berisi ultra-concentrated dari detergen cucian, softener, dan sabun-sabun lain yang dikemas dalam plastik yang dapat larut. Bentuknya mirip dengan kapsul. Detergen ini memang menarik perhatian dengan warna biru dan oranye. Wanginya pun berbeda dengan detergen biasa. Tide Pods adalah produk detergen cair yang dibuat perusahaan Tide, salah satu anak usaha Procter and Gamble.

Laundry pods pertama kali dipopulerkan pada Februari 2012. Aksi memakan kapsul detergen dimulai pada 2013 ketika Knowyourmeme.com mengunggah video memakan Tide Pods, kemudian dihapus Youtube. Pada Maret 2017 seseorang mengunggah video College Humor’s ‘Do not Eat the Laundry Pods’ dan unggahan itu telah dilihat lebih dari tiga juta kali. Begitu juga di Twitter, bahasan tentang memakan kapsul detergen itu mendapatkan lebih dari 7.000 retweet dan disukai 25 ribu orang. Puncaknya Oprah Winfrey mengunggah Graphics Interchange Format (GIF) menirukan makan Tide Pods, yang kemudian menjadi lelucon.

Seberapa berbahaya Tide Pods?
Pada 2016 American Association of Poison Control Centers menerima sedikitnya 10.500 laporan mengenai anak di bawah usia lima tahun yang memakan Tide Pods. Di tahun yang sama, 220 remaja terkena racun kapsul tersebut dan 25%-nya disengaja. Pada 2018 (data hingga 15 Januari) ditemukan 37 kasus dan 50%-nya disengaja. Setidaknya ada 10 kematian akibat menelan kapsul detergen, yaitu dua anak balita dan delapan orangtua yang mengidap demensia. Ketua Umum Komisi Produk Konsumen Ann Marie Buerkle menyoroti bahwa apa yang dimulai sebagai lelucon di internet ternyata berakibat terlalu jauh.

Kapsul detergen mengandung sejumlah bahan kimia yang relatif aman dalam konsentrasi rendah, tapi bila terkondensasi bahannya dapat mengikis membran sel lemak, secara kimia membakar kulit, mata, mulut, tenggorok, dan sistem gastrointestinal.
Karena tidak encer seperti detergen dalam botol, zat kimia sabun padat ini bersifat korosif, membakar jaringan. Ketika masuk ke bagian tenggorok, itu akan menimbulkan luka bakar pada faring, sehingga membuat pernapasan, makan, dan minum terasa sakit dan sulit.
Jika epiglotis atau lipatan jaringan menutupi jalan napas, makanan dan cairan tidak masuk ke paru-paru, terbakar, bisa menjadi bengkak, dan tidak membuka jalan udara masuk ke paru-paru.

Ketika bahan kimia mencapai paru-paru, bahan kimia itu akan membakar kantung udara yang rapuh. Ketika jaringan ini terbakar dan pertukaran udara tidak bekerja dengan baik, seseorang akan kehilangan oksigen, atau mengalami hipoksia, yang pada gilirannya dapat menekan sistem saraf pusat. Dalam beberapa kasus, anak-anak mengalami koma setelah memakan kapsul detergen kemungkinan karena kekurangan oksigen. (dailymail/washingtonpost/*/L-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More