Pengobatan Hepatitis Diperluas

Penulis: (Pro/H-2) Pada: Sabtu, 27 Jan 2018, 02:40 WIB Humaniora
Pengobatan Hepatitis Diperluas

AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/SPENCER PLATT

KEMENTERIAN Kesehatan membuat prog­ram 6.000 paket pengobatan gratis direct acting antiviral (DAA) untuk hepatitis C. Bila sebelumnya fokus distribusi dilakukan di enam provinsi, tahun ini jangkauannya akan ditambah pada tiga provinsi, menjadi sembilan.
Keenam provinsi yang sebelumnya mendapat pengobatan gratis DAA ialah DKI Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. “Kami sedang mempelajari untuk menambah provinsi. Harus dicek kesiapannya,” kata Kasubdit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Sedya Dwisangka di Jakarta, Jumat (26/1).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2017, ujarnya, 7,1% penduduk Indonesia mengidap hepatitis B. Setiap tahun terdapat 5,3 juta ibu hamil. Sementara itu, hepatitis B (HBsAg) reaktif pada ibu hamil rata-rata 2,7%. Dengan begitu, setiap tahun diperkirakan terdapat 150 ribu bayi yang 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis pada 30 tahun kemudian. Kemenkes menargetkan pada 2018 60% kabupaten/kota melakukan deteksi dini hepatitis B. Selanjutnya 90% kabupaten/kota melakukan deteksi dini hepatitis B pada 2019 sehingga pada 2022 ditargetkan penularan hepatitis dari ibu hamil ke anak dapat diputus.

“Itu terus kita kejar. Paling tidak pada 2022 di setiap provinsi ada satu kabupaten/kota yang sudah bisa mengeliminasi itu,” ujar Sedya. Ia juga mengatakan, pada 2030 ditargetkan eliminasi hepatitis B dan C dapat dilakukan secara menyeluruh. Sementara itu, meski kondisi hepatitis di Indonesia dari waktu ke waktu menunjukkan perbaikan, hal itu tetap masih sangat membutuhkan perhatian, terutama pengobatan hepatitis B yang semakin banyak diidap masyarakat. “Bila ingin serius menyelesaikan ini (hepatitis), kita harus berpacu dengan waktu,” ujar Koordinator Nasional Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) Edo Agustian. (Pro/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More