Papcase, Casing Ponsel Bisa Didaur Ulang

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 26 Jan 2018, 12:00 WIB Humaniora
Papcase, Casing Ponsel Bisa Didaur Ulang

MI/PERMANA

SELAIN Putry, juga ada Imam Winarta, lelaki asal Palembang yang baru saja merampungkan pendidikan kedokterannya.

Dia berkreasi dengan cara membuat Papcase atau paper case, casing ponsel dengan lapisan berbahan dasar ramah lingkungan, yakni kertas yang bisa didaur ulang.

Selain berbiaya murah, Papcase merupakan pelopor casing kertas pertama di Tanah Air.

Kertas yang digunakan antibasah, susah robek, dan anti-UV sehingga menghindarkan gambar pudar.

Sebagai seorang yang suka sekali dengan gadget dan selalu merasa bosan dengan kondisi gadget yang begitu-begitu saja, Imam mencoba membuat casing yang dapat diganti dan bergambar.

Karena kebanyakan di pasaran ini casing tidak dapat berubah gambar atau warna, itu pun dibanderol dengan harga mahal.

Casing yang disesuaikan bisa dilakukan melalui website Papcase.com. Tanpa lama menunggu, maksimal 3 x 24 jam, barang akan dikirim ke customer.

Yang tidak kalah menarik, limbah kertas sisa itu digunakan menjadi bubur kertas untuk dijadikan stiker atau pembatas buku.

Gerakan sosial yang dilakukan Papcase ialah memberikan limbah secara gratis kepada customer atau dijual kembali kepada pengepul kertas dan hasilnya dibelikan buku tulis untuk anak-anak tidak mampu.

Hingga saat ini pemasaran Papcase mampu menjangkau seluruh Indonesia, juga Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Produk itu dirintisnya sejak duduk di bangku kuliah pada 2012 dengan menggunakan brand yang sama.

Produk ini telah mendapatkan penghargaan sebagai wirausaha muda mandiri.

Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, Imam membuat program 1.000 buku, donasi untuk anak-anak panti asuhan serta mendirikan Step and Save bersama teman-temannya untuk mengadakan kaki palsu bagi penyandang disabilitas. (Eno/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More