Kreasi Lintas Profesi

Penulis: Retno Hemawati Pada: Jumat, 26 Jan 2018, 11:00 WIB Humaniora
Kreasi Lintas Profesi

MI/PERMANA

BERAGAM profesi yang digeluti generasi milenial saat ini tidak menjadi hambatan dan batasan bagi mereka untuk terus berkarya.

Mereka bahkan mampu menciptakan kreasi selain dari latar belakang pendidikan yang digeluti.

Profit memang penting, tapi bukan semata-mata itu yang dicari.

Usaha yang mereka hasilkan memiliki daya guna dan yang paling penting ialah memberikan dampak bagi banyak orang.

Kreasi lintas profesi itulah yang menjadi inspirasi di Big Circle yang kini telah menginjak episode 43 dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Putry Yuly yang merupakan founder Kostoom.

Dia memiliki latar belakang pendidikan perkuliahan di bidang matematika, tetapi membuat platform yang mempertemukan penjahit dengan pengguna jasanya alias pelanggan.

Kostoom ialah jasa jahit daring, tempat konsumen (kostoomer) dapat menjahit baju tanpa harus ke luar rumah.

Tim Kostoom akan mengirim kurir untuk mengambil bahan dan mengukur badan kostoomer di rumah kostoomer.

Ide awal untuk membuat Kostoom sebenarnya berawal dari ibunda Putry, yang merupakan penjahit rumahan.

Semenjak kecil, Putry melihat banyak pelanggan yang datang dari lokasi yang jauh hanya untuk menjahitkan baju kepada ibunya.

Suatu hari, ada seorang pelanggan yang menyarankan untuk memasarkan jasa jahit itu secara daring. Putry pun melihat hal itu sebagai sebuah peluang.

Hal lain yang menginspirasi Putry untuk membangun Kostoom ialah fakta bahwa sebenarnya banyak penjahit rumahan yang berkualitas.

Namun, mereka tidak mendapat banyak pesanan karena lokasi rumah mereka yang tidak strategis.

"Mereka tidak bisa memasarkan jasa mereka secara luas karena keterbatasan pengetahuan dan biaya."

Kostoom menawarkan ongkos jahit fleksibel mulai Rp150 ribu hingga Rp350 ribu.

Ongkos jahit dan model baju juga bisa di sesuaikan dengan desain konsumen.

Bahan kain dapat disiapkan Kostoom yang telah bekerja sama dengan empat supplier kain di Bandung dan Pekalongan (saat ini sedang fokus pada kain batik dan poliester), atau bahan bisa dari konsumen sendiri.

Nanti ada kurir yang mengambil bahan untuk dijahitkan.

Tarif kurir itu Rp30 ribu sampai Rp130 ribu untuk Jabodetabek (tergantung jarak).

Atau bisa juga bahan kain diantar JNE dengan membawa baju contoh untuk ukuran badan.

Mitra

Kostoom bermitra dengan 80 penjahit di Jabodetabek.

Dari ribuan penjahit yang mendaftar, Kostoom melakukan kurasi terhadap penjahit tersebut. Nantinya, konsumen akan dihubungkan dengan penjahit terdekat dari rumahnya.

Saat ini, Kostoom telah melayani jahitan seragam untuk perusahaan, yaitu Safecare.

Yang sedang dalam proses ialah permintaan seragam dari BPJS Ketenagakerjaan.

Minimal pesanan seragam untuk perusahaan ialah 24 buah.

Host Andy F Noya bersama Amanda Zevannya akan berdiskusi dengan para narasumber dan didampingi Yoris Sebastian (creativepreneur) yang akan memberikan banyak insight kepada narasumber. (Eno/H-3)


Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More