Juari, Kopi Juara dari Flores

Penulis: (John Lewar/M-1) Pada: Jumat, 26 Jan 2018, 10:01 WIB Nusantara
Juari, Kopi Juara dari Flores

MI/JOHN LEWAR

Jika Kintamani mendunia sebagai arabika yang istimewa karena jejak cita rasa jeruknya, bumi Flores pun punya kebanggaan serupa pada kopi juria, yang tak kalah tersohornya dengan kopi bajawa, juga dari pulau nan eksotis ini. Langka pun unik karena ada tiga cita rasa dalam satu seruput juria, karamel, cokelat, dan tembakau. Ia hanya tumbuh di tanah berbatu. Sebutan langka karena para petaninya hanya bisa panen setiap dua tahun sekali. Saat menuju matang, daun kopi gugur total, hanya terlihat buah kopinya, hingga menemui panen.
Kampung Colol, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi satu-satunya habitat yang teberkahi juria. Para peneliti pun pecinta kopi dari penjuru dunia, di antaranya Benua Amerika dan Eropa, silih berganti datang buat mempelajarinya.

Para periset kopi dari Amerika Serikat, Inggris, dan Belgia, negeri-negeri penikmat kopi terbesar di dunia, meneliti kondisi tanah, pohon, dan tentunya rasa yang dihasilkan juria. “Di Colol, ada kebun kopi arabika dan robusta sekaligus. Namun, juria ini yang paling terkenal,” terang Bernadeta Jelita, pengelola kedai kopi Mane di Labuanbajo, Rabu (24/1).

Mudah serap bau
Para peramu kopi seperti dirinya, lanjut Bernadeta, pun mesti awas karena bubuk kopi juria tidak dapat tersimpan lama. “Pemetikan dan pengolahan juria memang cukup rumit. Ambil biji yang benar-benar merah, matang sedikit menghitam. Lalu, peram selama 36 jam dalam karung, dijauhkan dari tanah dan debu karena juria mudah menyerap bau. Ketika dijemur, tidak boleh langsung di tanah, tetapi di balai-balai hingga benar-benar kering. Kemudian, sortir dan roasting atau sangrai dengan kematangan yang pas agar tiga rasa dan aromanya terjaga.”

Pasar utama Australia
Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote memaparkan 70% rakyatnya menanam kopi dan dikelola dalam mekanisme unit pengumpulan hasil (UPH). “Selama ini penjualannya hingga ke Australia, diekspor oleh pengusaha lokal. Pemerintah prinsipnya membantu mendapatkan pembeli dengan yang mampu beli dengan harga di atas Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kg, tergantung jenis kopinya,” kata Yoseph. (John Lewar/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More