Polda Metro Perintahkan Buka kembali Jalan Jatibaru Raya

Penulis: Nicky Aulia Widadio, Akmal Fauzi Pada: Selasa, 23 Jan 2018, 11:30 WIB Megapolitan
Polda Metro Perintahkan Buka kembali Jalan Jatibaru Raya

uasana pembeli memadati area pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/1)---MI/Usman Iskandar

DIREKTORAT Lalu lintas Polda Metro Jaya akhirnya merampungkan kajian atas penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rekomendasinya singkat, buka kembali jalan itu!

“Pekan ini akan saya serahkan kajiannya. Rekomendasi­nya, dimaksimalkan fungsi jalan tersebut. Jalan itu untuk kendaraan, bukan untuk PKL,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, kemarin.

Dalam kajian tersebut, Halim mengatakan, pihaknya juga menyertakan hasil penelitian yang menunjukkan meningkatnya kemacetan jalan di sekitar Tanah Abang, pelanggaran lalu lintas, dan kecelakaan akibat ditutupnya jalur itu.

“Kami juga melihat dampak kemacetan, kemudian pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas untuk mengetahui dampak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu,” tuturnya.

Halim menegaskan, penutupan Jalan Jatibaru Raya yang digunakan untuk PKL berjualan itu tidak tepat. Seharusnya, pemerintah membuka lahan baru atau mencari tempat yang layak untuk para PKL dengan tidak mengalihfungsikan jalan tersebut.

Pemindahan PKL ke jalan raya dinilai juga melanggar sejumlah aturan, yakni Pasal 5 dan 7 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta UU No 38/2004 tentang Jalan.

Dalam Pasal 63 UU Jalan disebutkan, barang siapa melakukan kegiatan yang berakibat pada terganggunya fungsi jalan bisa dikenai denda Rp1,5 miliar atau penjara 18 bulan.

Tak hanya itu, kebijakan penutupan Jalan Jatibaru juga dinilai telah menabrak Peraturan Daerah DKI Jakarta.

“Kami tetap berpihak kepada rakyat kecil. Seyogianya rakyat kecil itu diberikan tempat yang layak, yang tidak melanggar aturan,” ujar Halim.

Menurut Halim, unjuk rasa para sopir angkot di Balai Kota yang menuntut pembukaan Jalan Jatibaru Raya itu merupakan salah satu dampak dari kebijakan penutupan jalan tersebut.

Transisi equilibrium
Di kesempatan berbeda, perihal unjuk rasa para sopir angkot tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan tetap menutup jalan tersebut sampai rampungnya konsep penataan PKL secara keseluruhan.

“Nanti diobrolin, kita bicarakan baik-baik ke mereka,” kata Anies di Balai Kota Jakarta.

Anies mengaku dapat memahami keluhan yang disampaikan para pendemo agar membuka kembali jalan seperti sedia kala.

Namun, ia meminta konsep penataan PKL tersebut dilihat dalam skala yang lebih besar.

Protes itu, bagi Anies, dianggap sebagai dampak dari masa transisi dari sebuah kebijakan yang baru diterapkan.

“Kalau masa transisi equilibrium baru ya, keseimbangan baru itu selalu ada penyesuai­an-penyesuaian. Jadi, apa pun yang namanya keseimbangan baru, pasti ada penyesuai­an dan ini fase penyesuaian. Nanti kita lihat. Jangan buru-buru ya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan sopir angkot sekaligus pemilik M08, Gorlin Simbolon, menegaskan diri­nya sudah tak sabar menanti sikap Anies untuk kembali ke aturan yang mengatur tentang jalan.

“Pak Gubernur, kebijakan Anda telah mengurangi pendapatan kami. Mana bisa kami hidup jika cuma bawa pulang Rp50 ribu per hari. Sekali-sekali, coba Anda merasakan seperti apa rasanya menarik angkot di Jakarta. Kembalilah ke aturan, Pak Gubernur,” harapnya. (Mal/Nic/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More