Kolaborasi dari Kebun hingga Kedai

Penulis: Administrator Pada: Senin, 22 Jan 2018, 12:00 WIB Kuliner
Kolaborasi dari Kebun hingga Kedai

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

ESPRESSO robusta fine lampung single origin sungguh patut dihirup para penikmat kopi, asam dan rasanya kuat, sesedap arabika.

Arie Oktara, barista yang rajin mengampanyekan sedapnya kopi Lampung, meyakini fine robusta asal daerahnya tidak hanya baik sebagai campuran espresso.

Ia pun pantas tampil solo.

Syaratnya petani menambahkan teknik pemetikan dan pengolahan sehingga nama fine lampung robusta layak disematkan.

"Kalau pakai standar industri kopi, kopi robusta lampung akan tenggelam dalam skala industri karena standar yang dipakai arabika," ujar Arie yang mengaku optimistis karena kini kedai-kedai kopi di Lampung sudah percaya diri dengan komoditas lokalnya.

"Untuk menghasilkan cita rasa kopi robusta nikmat, ada korelasi antara cara penanaman, pengolahan pascapanen, dan cara penyajian di kedai. Bodinya yang tebal harus diakali dengan disangrai dulu dengan level medium, jangan terlalu hitam, agar karakter asam buahnya tidak terlalu banyak," kata pemilik Kedai Kopi Pacar Hitam di Kedaton, Lampung Selatan.

Saat diseduh, suhu agak diturunkan, jika memakai alat tetes, kata Arie, suhu 90-93 derajat dihilangkan 85-87 derajat.

Selain itu penggilingan jangan terlalu halus agar ekstraksi kopi tidak terlalu maksimal.

"Proses cupping robusta dikatakan berhasil saat ada karakter asam buahnya sedikit. Kalau sudah ada asam buahnya keluar, berarti biji kopi robusta yang disajikan bagus. Biji kopi bagus, proses penyajiannya juga harus bagus," ujar Arie

Kampanye pada anak muda

Upaya serupa juga dilakukan quality grader robusta lampung yang kerap menjadi juri kompetisi keterampilan barista, Karjo Matajat.

Ia mengatakan aneka variasi rasa pada biji kopi fine robusta dipacu teknik perawatan di kebun, pemetikan buah, dan pengolahan pascapanen.

"Kami edukasi anak-anak muda, agar mereka bangga dengan kopi lokalnya," ujar Karjo yang optimistis pangsa pasar fine robusta yang kini baru mencapai 3% akan terus bertambah.

Konsisten dari kebun ke kedai

Nyatanya, Pemprov Lampung juga berikhtiar meningkatkan harkat robusta lampung ke dunia dengan menyelenggarakan perayaan Hari Kopi Internasional pada Oktober 2017, mengundang komunitas kopi asal Thailand, Brunai, Singapura, serta empat negara Eropa.

"Kami harap petani kopi Lampung mampu memproduksi kualitas tinggi, mereka berdaya meremajakan bibit, mengembangkan inovasi, mengolah dan memasarkan hasil panennya," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung Dessy Desmaniar Romas.

Kolaborasi dari kebun hingga ke meja kedai, jika dilakukan konsisten, tak hanya memacu senyum penikmat kopi, tetapi juga petani. (EP/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More