Israel Kembali Serang Terowongan Gaza

Penulis: Irene Harty Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 19:12 WIB Internasional
Israel Kembali Serang Terowongan Gaza

AFP

ISRAEL kembali menyerang terowongan di Jalur Gaza melalui penggunaan kombinasi serangan udara dan senjata lainnya untuk menghancurkan terowongan yang membentang dari Jalur Gaza hingga ke Mesir, pada Sabtu (13/1) malam.

Terowongan terbaru itu adalah terowongan ketiga yang hancur akibat serangan militer Israel sejak akhir Oktober lalu, seperti diungkapkan Juru Bicara Militer Israel, Jonathan Conricus pada Minggu (14/1).

"Israel mempertahankan kedaulatannya dengan penghancuran terowongan dan tidak mencari eskalasi," ujarnya.

Israel menyatakan terowongan itu milik gerakan Hamas Palestina dan ditujukan untuk serangan-serangan melawan aksi penyelundupan. Terowongan semacam itu telah digunakan untuk melakukan serangan di masa lalu.

Namun Conricus mengaku tidak mengetahui ada atau tidaknya korban dari penghancuran terowongan yang masih dibangun itu.

"Terowongan itu digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan pokok yang melintas antara Israel dan Jalur Gaza yang diblokade (Kerem Shalom) serta jaringan pipa gas dan bahan bakar," katanya.

Terowongan tersebut mulai timur kota Rafah di Jalur Gaza lalu menyeberang ke Israel sekitar 180 meter kemudian berlanjut ke Mesir untuk waktu yang tidak ditentukan, tanpa titik keluar yang terdeteksi.

Conricus juga mengatakan bahwa Israel telah berkoordinasi dengan Mesir dalam operasi tersebut. "Terowongan itu membentang panjang sekitar satu setengah kilometer," imbuhnya.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, "Menghancurkan jaringan terowongan ofensif merupakan komponen penting dalam kebijakan Israel untuk secara sistematis merusak kemampuan strategis Hamas."

Dia melanjutkan Israel juga telah mengembangkan metode baru untuk mengidentifikasi dan menghancurkan terowongan tersebut, meskipun tidak memberi informasi lebih rinci.

Serangan Israel itu terjadi sejak ketegangan antara Palestina dan Israel meninggi seiring pengakuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember.

Kerusuhan yang terjadi termasuk roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel yang direspons militer Israel dengan serangan udara.

Netanyahu Kunjungi India

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara dan para delegasi bisnis tiba di bandara internasional di New Delhi, India pada Minggu (14/1) melakukan kunjungan pertamanya ke India sejak kunjungan terakhir 15 tahun lalu.

Kedatangan mereka disambut oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi yang menjadi pemimpin India pertama yang mengunjungi Israel pada Juli tahun lalu.

"Kunjungan ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, keamanan, teknologi dan pariwisata global," kata Netanyahu.

"Perdana Menteri India Modi adalah teman dekat Israel dan saya," tambahnya.

Modi yang akan menemani sebagian besar kegiatan Netanyahu selama lima hari di India itu terlihat memeluk Netanyahu sebelum berangkat ke tugu peringatan Pusat Yahudi dalam serangan Mumbai 2008.

"Kunjungan Anda ke India bersifat bersejarah dan spesial, ini akan memperkuat persahabatan dekat antara bangsa kita," kata Modi di Twitter.

Hubungan dagang Israel dan India sempat memburuk saat India membatalkan kesepakatan untuk membeli 8.000 rudal pelontar anti-tank dari kontraktor pertahanan milik Israel, Rafael.

Namun India sedang membahas cara untuk menghidupkan kembali pesanan senilai US$500 juta itu.

Israel adalah pemasok senjata utama ke India, mengekspor rata-rata US$1 miliar peralatan militer setiap tahunnya namun Modi ingin mengakhiri status India sebagai importir utama pertahanan dunia. (AFP/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More