Alasan Jam Terbang Pilot Berakhir, Penerbangan Garuda Ditunda Hingga Esok

Penulis: Eni Kartinah Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 17:53 WIB Nusantara
Alasan Jam Terbang Pilot Berakhir, Penerbangan Garuda Ditunda Hingga Esok

MI/Eni Kartinah

SEBANYAK 75 penumpang pesawat Garuda dari Labuan Bajo, NTT terpaksa menelan kekecewaan dan amat kesal akibat jadwal terbang pesawat ditunda sampai keesokan hari.

Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 453 dengan rute penerbangan dari Labuan Bajo ke Jakarta itu sedianya dijadwalkan terbang pada Minggu (14/1) pukul 15.05. Kemudian ditunda dan dijadwalkan terbang pukul 16.25. Namun sesampainya para penumpang di bandara, pesawat kembali tunda terbang hingga pukul 17.45.

Semula penumpang dengan tenang menunggu jadwal penerbangan. Namun sekitar pukul 17.10 menit petugas bandara mengumumkan bahwa penerbangan pesawat itu ditunda hingga keesokan harinya, Senin (15/1).

Sontak, para penumpang merangsek ke meja petugas, memprotes penundaan yang menurut mereka sangat parah itu. “Mohon maaf pesawat ditunda karena alasan operasional. Jam terbang pilot hari ini sudah berakhir,” terang petugas bandara, Hadija, yang menjadi sasaran kekesalan para penumpang.

Penjelasan itu tidak mampu menenangkan para penumpang. Mereka terus menuntut untuk bertemu pihak Garuda. Bahkan sampai mengejar serta menghadang pilot dan pramugari yang bersiap keluar bandara menggunakan mobil.

Sang pilot berupaya memberi penjelasan, “Kami menjalani perintah dari pusat. Kalau dipaksakan terbang, lisensi (pilot) kami bisa dicabut,” ujar pilot.

Penumpang tetap tidak bisa menerima penjelasan itu. “Kenapa tidak ada pilot pengganti?”

Pilot dan kru pesawat tidak bisa menjawab, mereka memilih masuk ke dalam bandara lagi dengan dikawal petugas keamanan. Hingga berita ini diturunkan, para penumpang masih menunggu solusi dari pihak Garuda. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More