Jaga Pasokan Beras Untuk Tekan Inflasi

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 16:39 WIB Ekonomi
Jaga Pasokan Beras Untuk Tekan Inflasi

ANTARA

TATA kelola beras mendesak untuk diadakan perbaikan termasuk kebijakan impor untuk menjaga pasokan serta inflasi. Terlebih di saat harganya mulai meroket dan terjadi kelangkaan.

"Jangka pendek atau kurang dari 6 bulan perlu buka keran impor terbatas untuk menekan harga. Kemudian untuk jangka menengah sekitar 6 bulan sampai 2 tahun ke depan perlu memperbaiki pendataan oleh Kementerian Pertanian dan meningkatkan produktivitas petani beras,"terang Direktur Program Institute for Development of Economics and Financial (Indef), Berly Maetawaday, Minggu (14/1).

Ia menjelaskan langkah tersebut untuk mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan beras untuk masyarakat. Pasalnya, berdasarkan Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa kontribusi bahan makanan termasuk beras pada inflasi bulan desember 2017 adalah 0.46 % dari total inflasi 0. 71% dan terhadap inflasi 2017 sebesar 3.61 % dengan kontribusi harga beras 0.16 %.

"Bila harga dibiarkan terus naik maka penduduk menengah bawah yang akan kesulitan. Bisa naikkan jumlah penduduk miskin dan rawan pangan," katanya.

Baca juga: Impor Beras Jaga Daya Beli

Berly menyarankan upaya jangka panjang yang harus dilakukan pemerintah supaya pasokan beras mencukupi kebutuhan yakni dengan mendorong produktivitas lumbung padi.

"Kalau serius, perlu dengan meningkatkan produktivitas petani dan lahan pesawahan dalam waktu 3 sampai 5 tahun. Puluhan juta orang dan lahan terlibat, nggak bisa instant," paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, nomor wahid yang perlu dilakukan pemerintah dalam perbaikan tata kelola beras adalah menyadari kekurangannya. Hal itu akibat data yang dimiliki Kementerian Pertanian tidak akurat sehingga terjadi gejolak harga dan pasokan.

"Nomor satu (pemerintah) mengaku ada yang salah. Kementan perlu akui metode perhitungannya tidak akurat dan ubah. Baru bisa analisa kondisi per kabupaten dan langlah perbaikannya. Saat ini datanya nggak akurat semua kok jadi gimana mau bikin kebijakan perbaikan," pungkasnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More