PBHI : Pengacara Tidak kebal Hukum

Penulis: M Sholahadhin Azhar Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 15:47 WIB Polkam dan HAM
PBHI : Pengacara Tidak kebal Hukum

Antara/ELANG SENJA

PERHIMPUNAN Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengkritik sikap pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang mengkaitkan penangkapannya dengan hak imunitas advokat. Padahal, hak tersebut tidak membuat profesi itu kebal akan tuntutan hukum.

"Tidak ada satupun profesi di muka bumi ini yang kebal hukum. Imunitas Advokat ini sama dengan diplomat. Sepanjang menjalankan tugas sesuai dengan profesinya," kata Koordinator Program PBHI Julius Ibrani, di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta Selatan, hari ini.

Imunitas didasari Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Dalam menjalankan profesi pengacara, seorang kuasa hukum tidak bisa dituntut di dalam atau di luar persidangan. Namun, kondisi ini tergantung profesionalitas dan itikad baik advokat.

"Artinya ada imunitas kalau dia menjalankan dengan itikad baik dan berdasarkan hukum dan aturan UU," imbuh Julius.

Ia menganalogikan penangkapan KPK terhadap Fredrich seperti diplomat yang melakukan tabrak lari. Prinsipnya sama, diplomat akan menghadapi konsekuensi hukum ketika melanggar hukum. Hal itu serupa dengan Fredrich yang diusut karena dugaan menghalangi penyidikan terhadap Novanto.

"Yang berbeda adalah impunitas, itu baru kebal hukum. Melanggar hukum enggak dihukum. Sedangkan hak advokat itu imunitas," kata Julius.

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan Fredrich Yunadi. Mantan kuasa hukum Setya Novanto itu ditahan usai diperiksa intensif oleh penyidik.

Fredrich yang mengenakan rompi tahanan KPK terjerat karena diduga telah menghalang-halangi penyidikan korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. Namun, dia menegaskan advokat tidak bisa dituntut secara pidana atau perdata.

"Saya difitnah katanya melakukan pelanggaran. Sedangkan Pasal 16 Undang-Undang 18 Tahun 2003 tentang Advokat, sangat jelas menyatakan advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana," kata Fredrich di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

Selama menjadi kuasa hukum Novanto, Fredrich mengklaim hanya menjalankan tugas sebagai seorang advokat. Dia menyebut, apa yang dialaminya saat ini, tak menutup kemungkinan akan dialami advokat lainnya.

"Hari ini saya diperlakukan oleh KPK, berarti semua advokat diperlakukan hal yang sama. Dan ini akan diikuti oleh kepolisian maupun jaksa. Jadi advokat dikit-dikit menghalangi," ujar dia. (MTVN/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More