19 Nomor Dapat Dana Tambahan

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 09:21 WIB Olahraga
19 Nomor Dapat Dana Tambahan

MI/ DWI APRIANI

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan sekitar 16 sampai 19 nomor pertandingan dari beberapa cabang olahraga (cabor) menjadi andalan Indonesia dan berpotensi merebut emas di ajang Asian Games 2018.

Dengan pertimbangan berpeluang menyumbang emas bagi kontingen tuan rumah Indonesia, 19 nomor andalan tersebut menjadi prioritas untuk mendapat tambahan dana dari Kemenpora.

Sebelumnya, Kemenpora menganggarkan Rp600 miliar dari total Rp735 miliar untuk 40 cabor. Nomor prioritas meraih medali emas akan mendapat tambahan dana Rp20 miliar dari pos anggaran olahraga prestasi Kemenpora.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana

mengatakan nomor-nomor yang berpeluang mendapat emas antara lain berada di cabor dayung, bulu tangkis, paralayang, jet ski, bridge, pencak silat, wushu, sepatu roda, angkat besi, atletik, karate, dan taekwondo.

"Besaran tambahan dana yang diberikan bergantung pada jumlah medali yang diperebutkan dan juga kebutuhan uji coba cabor tersebut," jelas Mulyana di Jakarta, kemarin.

"Misalnya, jet ski harus training camp di AS itu berarti membutuhkan dana yang banyak, maka dari yang sudah kita berikan dari Rp 600 miliar akan kita tambahkan yang diambil dari dana Rp20 miliar itu," tutur Mulyana.

Mulyana menambahkan hingga hari terakhir penyerahan nota kesepahaman (MoU) Jumat (12/1), terdapat 26 dari total 40 cabor yang telah menandatangani MoU.

Sementara itu, cabor sisanya telah membawa pulang berkas MoU karena masih harus ditandatangani langsung oleh ketua umum atau sekretaris jenderal (sekjen) dari induk cabor.

"Kemarin yang datang ke kami sampai malam itu kalau tidak pelatih, ya manajer, padahal harusnya ketua umum dan sekjen datang langsung. Mereka harus menandatangani MoU dan juga surat pernyataan kesanggupan pertanggungjawaban keuangan yang diberikan sebagai bantuan dari pemerintah," jelas Mulayana, Dia berharap besok semua ketua umum atau sekjen induk cabor diharapkan telah menandatangani MoU dan menyerahkan kepada Kemenpora.

Mulyana menambahkan, cabor kabaddi dan hoki belum bisa menandatangani MoU karena baru menyerahkan proposal. Keduanya mengalami masalah internal organisasi sehingga mengalami keterlambatan dalam penyerahan proposal.

Penyesuaian Program

Untuk persiapan pelatnas Asian Games 2018, cabor angkat besi mendapat anggaran Rp9 miliar dari Kemenpora. Kendati nilainya terbilang minim, Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) akan mencoba mengoptimalkan anggaran tersebut sesuai dengan program pelatnas para atlet mereka.

"Misalnya, kita berencana menggelar dua kali kamp pelatihan, yaitu ke Jepang dan Korea Selatan, rencananya pada April dan Juli. Mungkin pada April melakukan training center (TC) yang tadinya satu bulan kita kurangi menjadi tiga pekan," ungkap Dirja Wiharja, Manajer Angkat Besi PB PABBSI, di Jakarta, kemarin. "TC akan dimaksimalkan pada Juli atau satu bulan menjelang pelaksanaan Asian Games 2018," tambah Dirja. (Rul/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More