Kinerja Legislasi Terseok di Tahun Politik

Penulis: Nur/P-3 Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 08:10 WIB Polkam dan HAM
Kinerja Legislasi Terseok di Tahun Politik

Peneliti Formappi Lucius Karus -- MI/Susanto

PENELITI Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memprediksi capaian kinerja legislasi anggota dewan di tahun politik akan jauh dari harapan publik. Pasalnya, anggota dewan akan sibuk dengan kepentingan politik, baik di pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

"Bisa-bisa 70%-80% waktu DPR akan tersedot untuk urusan politik tersebut. Apalagi, Pemilu 2019 yang untuk pertama kalinya diadakan secara serentak. Tentu saja butuh persiapan serius agar anggota DPR incumbent tak dilindas pesaing baru," terangnya di Jakarta, kemarin.

Tingginya intensitas politik tersebut, menurut Lucius, membuat harapan agar anggota dewan bisa bekerja maksimal di bidang legislasi tidak akan terwujud. "Sulit rasanya menaruh harapan besar kepada DPR di tahun politik," cetusnya. Seperti diwartakan sebelumnya, terdapat 50 RUU masuk prolegnas prioritas tahun 2018. Berdasarkan catatan Formappi, selama tiga tahun duduk di DPR, baru 19 RUU yang dirampungkan, yakni 3 RUU Tahun 2015, 10 RUU Tahun 2016, dan hanya 6 RUU Tahun 2017.

Capaian tersebut, imbuh Lucius, jauh dari target yang dicanangkan setiap tahun. Pada 2015 ada 39 RUU yang masuk prolegnas prioritas, 50 RUU di tahun 2016, dan 52 RUU di 2017. "Dengan demikian, persentase kinerja legislasi DPR hanya 7,6% di 2015, 20% di 2016, dan 11,5% tahun 2017," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan catatan kinerja DPR di bidang legislasi sangat memprihatinkan. Karena itu, dia pun heran dengan target di 2018. "Walaupun kenyataannya 45 RUU di antaranya sudah mulai dielus-elus DPR pada 2017. Sebanyak 21 RUU masuk prolegnas prioritas 2018 sudah dalam tahap pembahasan tingkat I, 7 RUU dalam tahap harmonisasi di Baleg, dan 19 RUU dalam tahap penyusunan," terangnya.

Lucius mengusulkan agar DPR menyederhanakan target capaian RUU yang akan dirampungkan atau merampungkan RUU yang memang benar-benar mendesak. "Dengan situasi politik yang kian bertumpuk, sulit mengharapkan kinerja DPR akan bisa memenuhi target. Dalam kondisi biasa saja mereka sudah keteteran, bagaimana bisa menjadi lebih baik saat situasi seperti sekarag ini?" Secara terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo mengakui semua partai akan konsentrasi untuk kepentingan politik. Karena itu, anggota dewan akan fokus untuk merampungkan RUU yang berdampak pada masalah ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.(Nur/P-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More