KPK Bantah Serang Profesi, tetapi Kelakuannya

Penulis: Gol/J-3 Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 07:25 WIB Polkam dan HAM
KPK Bantah Serang Profesi, tetapi Kelakuannya

ANTARA/ELANG SENJA

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tindakan hukum dengan menangkap pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo menyerang profesi keduanya. Mereka patut diduga merintangi dan menghalangi penyidikan (obstruction of justice). Jangan digeneralisasi sebagai upaya untuk menyerang profesi advokat dan dokter secara umum.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, kemarin. Hal itu merujuk pernyataan Fredrich yang menilai advokat memiliki hak imunitas dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26 Tahun 2003, serta tidak bisa dituntut secara perdata dan pidana sesuai Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2003.

Menurut dia, banyak advokat profesional dan baik ketika menjalankan tugas profesinya. Pelaksanaan tugas itu pun selalu mengedepankan etika profesi serta tidak berupaya menghalang-halangi proses penegakan hukum.

"Betul bahwa profesi advokat ataupun dokter merupakan profesi mulia yang ditunjukkan untuk melindungi hak-hak klien dan untuk mengobati orang sakit," ujar Laode.

Dengan demikian, sambung dia, diharapkan advokat dan dokter tidak berusaha menghalangi proses penanganan kasus korupsi yang dilakukan penegak hukum. Ia menilai pelanggaran itu dapat dikenai sanksi seusai Pasal 21 UU Tipikor.

Fredrich ditangkap KPK pada Jumat (12/1) jelang tengah malam. Setelah 11 jam menjalani pemeriksaan, mantan pengacara terdakwa kasus KTP elektronik, Setya Novanto, itu langsung dijebloskan ke Rutan KPK untuk menjalani penahanan selama 20 hari pertama.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pihaknya menangkap Fredrich dari sebuah tempat di kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan dilakukan karena tersangka tidak kooperatif ketika dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan.

"KPK sudah melakukan panggilan secara patut untuk hadir dan diperiksa. Kami juga sudah mengingatkan agar datang dalam panggilan tersebut," ujar Febri kepada awak media, kemarin.

Menurut dia, Fredrich sejatinya menjalani pemeriksaan pada Jumat (12/1). Namun, hingga jelang tengah malam tersangka tidak kunjung datang sehingga penyidik memutuskan untuk mengambil sikap dan melakukan pencarian di beberapa lokasi.

Selain Fredrich, lembaga antirasywah juga menahan Bimanesh yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi di RS Medika Permata Hijau. Keduanya dinyatakan bersalah karena menghalangi proses penyidikan dengan memanipulasi data medis Novanto pascainsiden kecelakaan, 16 November 2017.(Gol/J-3)

#KORUPSI KTP-E

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More