Kesegaran dan Keunikan Alor

Penulis: Arv/M-4 Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 06:16 WIB Kuliner
Kesegaran dan Keunikan Alor

MI/ARVIRIANTY

MENGUNJUNGI suatu daerah tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Coba kudapan kenari, jagung titi, dan kue rambut yang bisa dinikmati saat minum teh atau kopi.

Jagung titi bisa dibilang popcorn versi NTT. Terbuat dari biji jagung yang dipipil yang disangrai dalam kuali tanah liat dengan tungku kayu, lalu ditumbuk perlahan (dititi) dengan batu hingga pipih seperti emping. Biasanya jagung titi dinikmati bersama kenari.

Seperti namanya, kue rambut mirip gumpalan rambut. Namun, kue ini terbuat dari campuran tepung tapioka, tepung beras, air gula pohon lontar, dan gula pasir. Agar tipis, adonan dimasukkan cetakan kaleng yang sudah dilubangi seperti saringan. Lalu adonan itu diteteskan ke wajan yang telah diisi minyak panas. Adonan dibentuk seperti segitiga dengan melipatnya kemudian digoreng. Menikmati teh dan kopi di Alor tidak lengkap tanpa pisang kepok dengan sambal tomat segar.

Tidak hanya camilan, di Alor, jagung juga diolah menjadi jagung bose atau bubut jagung. Jagung putih yang sudah dipipil direbus air kapur sirih. Kulit arinya dibuang lalu bulir jagung dijemur. Setelah kering bulir jagung itu kembali direbus hingga matang dan disiram santan. Bubur jagung ini biasanya dinikmati bersama ikan bakar sebagai pengganti nasi.

Bicara ikan segar, coba datang ke Mama Resto di Jalan Buton, Kota Kalabahi, Alor. Restoran yang terletak tak jauh dari pasar Kedelang itu menyediakan ikan kuah asam manis. Rasanya yang lezat dan menggugah selera itu sangat pas disantap sambil melihat pemandangan alam yang menjadi keunggulan tempat ini.

Namun, warga alor memiliki kreasi sendiri tentang ikan kuah asam. Misalnya kuah asam kreasi dari ibu-ibu di Kecamatan Pantar, Kabupaten Kalabahi, yang memberikan nanas dalam kuahnya sehingga memberikan aroma yang berbeda.

Meski begitu, bumbu-bumbu yang dibuat untuk masakan ini sama. Yakni bawang merah, bawang putih, serai, asam, kunyit, lengkuas, garam, gula, dan air. "Semua ikan yang ada di Alor ini enak diolah seperti apapun bentuknya, makanya ibu-ibu di sini senang berkreasi," ujar Mama Ida, seorang juru masak yang saya temui kala menghadiri Festival Bahari Alor 2017 beberapa waktu lalu. Selain dibuat kuah asam, ikan di alor juga diolah menjadi ikan bakar dan sate ikan.

Kreasi ikan itu bisa disantap dengan jagung bose atau nasi putih. Alternatif lain yang menarik ialah nasi merah yang dibuat menjadi ketupat berbungkus daun lontar. Ketupat ini bertekstur kasar dan tidak lengket.

Jangan khawatir jika Anda tidak ingin menyantap hidangan laut. Di Pantai Reklamasi, tepatnya Jalan Binongko terdapat aneka warung yang buka di malam hari hingga pukul 01.00. Di Pantai ini ada aneka jajanan dan makanan seperti gado-gado, soto, bakso, satai ayam, hingga ikan bakar.

Di jalan yang sama juga ada rumah makan Lalapan Happy yang juga buka malam hari dengan menu andalan nasi ayam kampung yang lezat.

Setelah makan, tentunya sejumlah minuman siap dinikmati. Di Alor, tidak sulit mencari minuman berkarbonasi, es teh manis, es jeruk, soda gembira, jus semangka, dan jus alpukat. Namun, jika sudah jauh-jauh ke Alor, saya sarankan, cobalah menikmati minuman jus mangga kelapa.

Jangan terkecoh dengan namanya sebab mangga kelapa adalah satu nama buah, yakni buah mangga yang memiliki ukuran sebesar buah kelapa. Bila dikupas dagingnya berwarna putih dan rasanya sangat manis jika sudah matang buahnya. "Sekarang sedang musimnya mangga kelapa berbuah. Tetapi ukurannya sudah tidak sebesar dulu, yang benar-benar bisa sebesar buah kelapa, faktor tanah dan cuaca," tambah Mama Ida.

Soal harga, makanan yang disajikan di restoran cenderung terjangkau dan tidak membuat kantong jebol dan sesuai dengan apa yang disajikan. Jika boleh mengutip Almarhum Bondan Winarno, makanan dan minumannya maknyus!

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More